DPRD DKI Gulirkan Pembentukan Pansus

Jika LRT Tak Jadi Sebelum Asian Games

Rabu, 18 April 2018, 11:35 WIB
DPRD DKI Gulirkan Pembentukan Pansus
Foto/Net
rmol news logo Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta tahap pertama telah berjalan sejak 2016. Tapi pengerjaan LRT rute Kelapa Gading-Velodrome den­gan jarak 5,8 kilometer itu baru mencapai seki­tar 70 persen.

 Rencananya, pembangu­nam LRT tahap pertama akan rampung sebelum gelaran Asian Games, 18 Agustus 2018.

Targetnya pada Mei 2018 uji coba selama tiga bulan sebelum beroperasi penuh. Tapi melihat pengerjaannya seperti itu, be­rarti tidak sesuai dengan rencana awal alias molor.

Menanggapi hal itu, Badan Legislatif DPRD DKI Jakarta berencana menggulirkan pem­bentukan panitia khusus (pan­sus) proyek tersebut.

Wakil Ketua DPRD DKI Ja­karta M Taufik mengungkapkan, hak dewan ini akan digulir­kan jika proyek itu tidak sele­sai sebelum pesta akbar Asian Games pada Agustus 2018.

"Kami menyoroti ada bebera­pa kejanggalan di balik proyek ini. Ini sudah jadi perbincangan di dewan. Makanya jika proyek tahap pertama ini tak kunjung selesai pada Juni, maka teman-teman di dewan mendorong dibentuk pansus. Sebab kalau hal ini dibiarkan, maka akan mengganggu proyek LRT ta­hap kedua," kata Taufik kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Usulan pansus itu, lanjutnya, didasarkan pada anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilainya ter­lalu besar. Artinya, Pansus tidak hanya menyoroti soal molornya proyek yang berujung pada kerugian masyarakat. Tetapi juga menyoroti mahalnya nilai proyek.

"Kaitannya dengan LRT fase kedua. Kami melihat bahwa di fase pertama rasanya telalu mahal dibanding dengan LRT yang lain," kata Taufik.

Diterangkannya, LRT rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer (km) dengan nilai proyek sekitar Rp 5 triliun itu terlalu mahal dibandingkan dengan LRT Jabodetabek.

Menurut Taufik, dengan pem­bentukan pansus maka anggaran yang akan digunakan untuk LRT fase dua bakal lebih efisien. LRT fase kedua rute Velodrome- Dukuh Atas diharapkannya lebih murah. Contoh proyek tahap pertama yang panjangnya 5,8 km, biayanya sekitar Rp 6 triliun. Jadi, rata-rata biayanya sekitar Rp 1 triliun per km. Sedangkan proyek tahap kedua jurusan Dukuh Atas-Cibubur sekitar Rp 600 miliar per km.

"Kami akan minta penjelasan kepada PT Jakpro selaku pemilik proyek," ujarnya.

Pembentukan Pansus LRT, lan­jutnya, tidak dinilai negatif. Se­bab, akan memberikan masukan-masukan kepada Pemprov DKI dalam membangun infrastruktur di bidang transportasi ini.

"Ini biasa saja untuk memberi­kan panduan kepada Pemprov bahwa pembangunan fase kedua mesti hemat, jangan membeng­kak," tandasnya.

Menanggapi ini, Wakil Gu­bernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tak masalah. Sebab, pan­sus tersebut merupakan hak dewan yang harus dihormati. Sandiaga berjanji akan koop­eratif dengan DPRD DKI dan membuka luas informasi yang dibutuhkan.

Selambat-lambatnya pada Juli, LRT sudah bisa dioperasi­kan, sehingga pada pelaksanaan Asian Games sudah bisa diguna­kan melayani atlet untuk mobil­isasi dari venue Kelapa Gading, Pulomas, dan Rawamangun (Velodrome).

Meski dikebut, Sandiaga tetap meminta kontraktor memper­hatikan keselamatan kerja. Dia tidak ingin ada kecelakaan dalam penyelesaian proyek tersebut.

"Tapi saya berani menjamin bahwa proyek LRT akan selesai sesuai target. Atas profesional­isme PT Jakpro dan mitranya. Kami memberikan target ini harus beroperasi sebelum Asian Games. Sebab ini benar-benar menjadi taruhan bagi Pem­prov DKI yang mendapat tugas khusus dari pemerintah pusat untuk membangun LRT dan sejumlah venue olahraga," te­gasnya.

Soal efisiensi anggaran pada pembangunan LRT fase kedua, Sandi mengaku DPRD akan lebih dilibatkan dalam pemba­hasan-pembahasan.

"Jadi nanti teman dari dewan akan dilibatkan untuk berdiskusi bagaimana kita meminimalisasi, beban terhadap anggaran, beban terhadap APBD, beban terhadap masyarakat," ujarnya.

Direktur Utama PT Jakar­ta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi mengatakan, empat bulan jelang pengoperasian kereta, progres pekerjaan fisik LRT Jakarta kini sudah menca­pai 70 persen.

Selain pengerjaan konstruksi, pihaknya juga telah menyiap­kan kesiapan operasi dan pe­meliharaan hingga 80 persen. Termasuk penyediaan masinis untuk memenuhi target opera­sional sebelum Asian Games diselenggarakan pada bulan Agustus 2018. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA