Ayo, Anies-Sandi Kompak Terus Ya...

Warga Jakarta Jadi Taruhannya

Rabu, 18 April 2018, 09:41 WIB
Ayo, Anies-Sandi Kompak Terus Ya...
Foto/Net
rmol news logo Baru enam bulan Anies Bas­wedan dan Sandi­aga Uno memimpin Jakarta. Tapi sudah sering Gu­bernur dan Wakil Gubernur DKI Ja­karta itu berbeda pernyataan.

 Misalnya saja, mengenai pedagang kaki lima (PK) di Mel­awai, swastanisasi air, ground­breaking DP 0 Rupiah Rorotan, dan rencana libur sekolah saat Asian Games 2018 di Jakarta.

Melihat hal itu, sejumlah pihak menyoroti perbedaan itu. Intinya, ke depan keduanya diharapkan kompak. Sebab, warga Jakarta jadi taruhannya bila keduanya tak kompak.

"Belum satu semester sudah sering banget beda pernyataan," kata anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Sereida Tambunan.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, keduanya tetap kom­pak sampai akhir masa jabatan. Karena, nasib warga Jakarta menjadi taruhannya. Kalau keduanya tidak kompak apalagi saling berkompetisi, sangat mengganggu pembangunan.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahard­iansyah mengatakan, ketidak-kom­pakan keduanya mengindikasikan inkonsistensi kebijakan.

Menurut Trubus, ada kebi­jakan yang belum selesai diba­has, tetapi karena tidak dikoor­dinasikan dengan baik, maka keduanya tidak sengaja menga­takannya kepada publik.

"Mereka tidak satu koordi­nasi. Kemungkinan kebijakan tersebut masih setengah matang, tetapi sudah diberitakan ke me­dia," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, karena latar belakang keduanya yang bukan birokrat. Berbeda dengan Gubernur dan Wagub DKI sebe­lumnya, yaitu Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dan Djarot Saiful Hidayat. Ketiganya pernah menjabat seba­gai kepala daerah sebelum men­jadi Gubernur dan Wagub.

Sereida Tambunan mengata­kan, Anies dan Sandi diharapkan terus kompak memimpin Jakar­ta. Keduanya diingatkan jangan sampai membuat pernyataan yang saling menganulir satu dengan lainnya.

Menurutnya, dua pernyataan yang saling bertentangan mem­bikin bingung warga. Misalnya mengenai libur sekolah saat Asian Games 2018 di Jakarta Agustus mendatang.

"Saya kira dari awal konsepnya sudah jelas. Ternyata masih da­lam pembahasan. Kalau memang belum final, jangan dulu dibuka ke publik. Sebaiknya dibicarakan berdua saja," tegasnya.

Terkait libur atau tidak, Se­reida berpendapat, jika dilibur­kan serentak seluruh sekolah di DKI selama Asian Games, dikhawatirkan akan menggang­gu kalender akademik yang telah diatur dalam kurikulum sepanjang 2018. Karena itu, Komisi Kesejahteraan Rakyat DPRD DKI Jakarta tidak sepa­kat dengan keputusan Pemprov DKI.

"Saya tidak setuju kalau se­mua harus diliburkan karena pasti akan mengganggu kalender akademik," ujar Sereida.

Mengenai antisipasi kemac­etan lalu lintas agar waktu tem­puh para atlet terjamin untuk menuju masing-masing venue Asian Games, Sereida juga me­nyebut hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan.

"Karena sudah menjadi ke­wajiban pemerintah menjamin waktu tempuh atlet untuk sam­pai ke tempat kompetisi. Kalau alasannya kemacetan ini salah," ungkapnya.

Seperti diketahui, Anies-Sandi beda sikap soal libur sekolah saat Asian Games. Sandi me­mastikan Pemprov DKI akan meliburkan sekolah selama per­helatan Asian Games. Namun, keputusan itu dianulir Anies. Padahal, keputusan itu diambil merupakan hasil rapat evaluasi progres persiapan Asian Games di Balai Kota Jakarta, Jumat pekan lalu.

Rapat tersebut dihadiri sejum­lah Kepala Satuan Kerja Perang­kat Daerah (SKPD). Termasuk Dinas Pendidikan hingga Eric Thohir sebagai Ketua Panitia Penyelenggaran Asian Games 2018 (INASGOC).

Saat itu, Kepala Dinas Pendidi­kan DKI Sopan Adrianto menga­takan, pihaknya mendapat penu­gasan untuk mengerahkan siswa untuk menyambut kedatangan para atlet Asian Games. Semen­tara kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung.

"(Kenapa diliburkan), karena kalau tidak kita liburkan akan su­lit pengerahannya," ujar Sopan.

Meski demikian, dia memasti­kan siswa SMP, SMA, dan SMK yang bakal diliburkan selama tiga pekan itu, tetap mendapat tugas dari masing-masing guru dalam bentuk outing class. Se­lain itu, libur tersebut akan dikompensasi dari jatah libur semester ganjil yang rutin dilak­sanakan pada bulan Desember.

"Kita akan sosialisasikan kemungkinan ada rekayasa dalam jam, termasuk penugasan saat libur itu. Karena memang tidak libur penuh ya," ungkap Sopan.

Keputusan meliburkan selu­ruh sekolah di Jakarta diperte­gas Sandi usai rapat yang sama. Meski di tengah rapat Eric me­minta kebijakan libur hanya dit­erapkan pada zona tertentu, dan adanya pengaturan jam kantor untuk mengantisipasi kemacetan selama Asian Games.

"Tadi akhirnya diputuskan untuk meliburkan sekolah secara menyeluruh di wilayah DKI. Bukan hanya yang di sekitar venue atau sekitar kampung atlet," ungkap Sandi.

Namun saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai libur sekolah ini, Anies menampik. Kepada wartawan saat mengunjungi Depo Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta Sela­tan, Anies menyanggah adanya keputusan soal libur sekolah selama Asian Games.

"Belum ada, belum ada, titik," tandas Anies. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA