"Selama ini, Ciliwung sudah lama dilupakan warga Jakarta. Ini adalah inisiatif yang baik bagi kita untuk kembali mengenal sungai ini," ujar Sandiaga
Sandiaga menyebut bahwa apabila jalur lari Ciliwung menjadi populer maka jalur ini dapat menjadi daya tarik tersendiri sebagai ruang terbuka yang berpotensi membuka peluang usaha bagi UMKM.
Acara yang diikuti oleh 100 pelari tersebut mengambil rute sejauh 5 kilometer menelusuri sungai Ciliwung sekaligus melewati bagian Jakarta yang penuh sejarah, budaya dan cerita. Lari dimulai dari Tugu Proklamasi dan selesai di Balai Kota DKI Jakarta.
Direktur eksekutif JPI Wendy Haryanto mengatakan, JPI yang juga mewakili warga kota Jakarta ingin membangun Jakarta menjadi kota bertaraf internasional. Mayoritas kota-kota internasional yang terpandang memiliki badan air yang digunakan dengan baik untuk kepentingan warganya.
"Berlari atau berjalan adalah cara yang amat manusiawi untuk mengenal suatu area," ujar Wendy.
Kata Wendy, Sungai Ciliwung dikenal sebagai titik awal perkembangan perekonomian dan sejarah kota Jakarta. Ia berharap acara tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan kemegahan Ciliwung kepada maayarakat.
Sementara itu, perwakilan dari Jakarta Berlari Roestiandi Tsamanov mengatakan acara dengan tema "Ciliwung Punya Kita" ini juga sekaligus menjadi perayaan hari jadi Jakarta Berlari yang kedua.
"Saya harap perayaan hari jadi Jakarta Berlari yang kedua ini dapat menginspirasi warga Jakarta pada umumnya dan khususnya warga di sekitar Sungai Ciliwung untuk peduli dan menjaga lingkungan Sungai Ciliwung," tambahnya.
Jakarta Berlari sendiri mendukung program lari dengan rute menyusuri Ciliwung sehingga pelari bisa mempunyai alternatif rute untuk beraktivitas dan berolahraga selain rute yang populer saat ini yaitu jalur Car Free Day (CFD).
[mel]
BERITA TERKAIT: