"Selama ini warga kami dikibuli oleh pihak BBWS dan PT. PP atas kegiatan eksplorasi penambangan Gunung Pangajar," kata Ketua Forum Koordinasi Karang Taruna dan Masyarakat Kaki Gunung Pangajar (FKKMGP), Hendra Bima dalam rilis tertulisnya yang diterima redaksi.
Hendra menegaskan bahwa BBWS dan PT. PP seharusnya mengerti dan memahami prosedur yang benar terkait kegiatan eksplorasi penambangan di sebuah daerah. Apalagi ada ratusan dan bahkan ribuan warga yang terkena dampaknya.
"Yang jelas warga kami, khususnya yang berada di kaki Gunung Pangajar sangat menyesalkan tindakan BBWS dan PT. PP yang semena-mena melakukan penambangan tanpa koordinasi terlebih dahulu kepada warga," tuturnya.
Hendra juga menuding pihak PT. PP tidak pernah melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Energi dan Meneral Provinsi Jawa Barat.
"Ini yang sangat kami sayangkan, sekelas BUMN kok tidak memiliki tatakrama dan sopan santun kepada masyarakat, harusnya mereka paham dan menghargai kami selaku rakyat," tegasnya.
Menurutnya, Gunung Pangajar itu adalah aset terbesar dan berharga bagi warga baik dari sumber mata air, sangat kaya dengan material organik yang akan menjadi pupuk untuk menyuburkan tanah.
"
Nah, kalau sekarang ditambang, kemana masyarakat akan mendapatkan penghasilan dan penghidupan, sejak dahulu kala kehidupan mereka sebagian besar dari Pangajar, sebagian besar warga adalah pertanian," katanya.
[wid]
BERITA TERKAIT: