Pengamat kebijkan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahardiansyah menyatakan penyerapan anggaran yang hanya mencapai Rp 5 triliun itu dikarenakan gaya yang dilancarkan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno selama ini terkesan elit.
"Serapan anggaran rendah karena gaya kepemimpinan Anies -Sandi elite, bawahnya enggak jalan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/3).
Kata dia, karena gaya elite itulah yang menyebabkan bahwa komunikasi dengan bawahan tidak jalan. Hal itulah yang menyebabkan adanya miskomunikasi sehingga beberapa program pemerintah seakan sulit berjalan.
"Jadi misalnya banjir, SKPD yang menangani harusnya SDA, tapi pada prakteknya SDA enggak melakukan apa-apa akhirnya banjir terus berulang. Kali Ciliwung juga enggak ada pendekatannya, yang lebih seru lagi Pondok Rangon itu potensi korupsinya gede sekali itu SDA yang melakukan harganya di-markup dan yang punya bukan pemilik sah akhirnya sekarang masuk gugatan," bebernya.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: