"Sholat shubuh ya sholat shubuh saja jangan dicampur-campur dengan politik yang nantinya bisa memecah belah umat," jelas Ketua FSB Jabar, Muhidin dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Senin (26/2).
Dia menduga, ada gerakan terselubung yang masuk ke masjid dan memiliki kepentingan politik tertentu. Karenanya dia mengajak umat muslim untuk sama-sama menjaga kesucian masjid.
"Kita tidak ingin fungsi masjid disalahgunakan. Jangan bawa-bawa masjid masuk ke politik. Jelang Pilkada serentak ini sudah jadi tren nya," kata Muhidin.
Dia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya menjaga kebersamaan agar bangsa tetap utuh dan tidak ada perpecahan.
"Alhamdulillah bully dan hoax sudah menurun," ucapnya.
Sementara itu, pimpinan Aswaja Center Jawa Barat KH. A. Dasuki berpesan agar umat muslim dapat berperan aktif mengembalikan fungsi Masjid sesuai syariat Islam. Dasuki menghimbau agar masyarat tidak terjebak pada kehidupan keduniawian. Menurutnya ketika sudah bersifat praktis maka harus dijauhi.
"Mari datangkan kemaslahatan dan jauhi kerusakan. Jadikan masjid sebagai gerakan sentral sosial untuk umat dan beri nilai lebih bagi masyarakat sekitarnya. Masjid jangan sampaikan ceramah yang provokasi, adu domba dan memecah belah. Tapi harusnya berdayakan umat," tutup Dasuki.
[nes]