Pigai mengatakan, kecurigaannya itu terbukti dengan masih ada kasus gizi buruk yang menimpa warga Kabupaten Asmat, Papua.
"Kepala dinas keuangan di Asmat bukan orang Papua. Biasanya kalau bukan orang Papua, saya tahu uang-uang ini tidak akan sampai tujuan," kata dia dalam diskusi "Papua Menggugat Pemerintah Pusat Dalam Penanganan Kemiskinan dan Gizi Buruk", di Jakarta Pusat, Kamis (1/2).
Karena itu, Pigai meminta aparat penegak hukum maupun pemerintah pusat untuk memeriksa dugaan korupsi dana otonomi khusus untuk Papua.
"Ini yang harus diperiksa. Berapa uang yang dikirimkan tapi tidak disalurkan," jelasnya.
Pigai juga menduga para kepala dinas bekerjasama dengan para penegak hukum untuk kejahatan pengelolaan keuangan di Papua.
"Penegak hukum itu kerjasama. Mereka punya kekuasaan luar biasa. Kalau saya maju (ke Pilkada) kemarin, dan benar-benar jadi Gubernur, orang-orang ini bukan hanya saya usir, tapi saya ikat," tegas Pigai.
[ald]
BERITA TERKAIT: