"Saya pertama prihatin dan sangat berduka cita. Tentunya kalau ada pekerja yang menjadi korban dari kecelakaan pekerjaan proyek tersebut," katanya di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Ia sendiri mengaku belum dapat laporan lengkapnya. "Tadi pagi saya sempat
browsing di
sending urgent, belum ada laporan tersebut, tadi sahur belum ada. Nanti saya akan langsung minta laporan lengkap," jelasnya.
Sandiaga mengatakan, sempat mewanti-wanti Direktur utama PT. Jakarta Propertindo (JakPro) Satya Heraghandi terkait perkembangan proyek LRT. JakPro merupakan pihak penanggung jawab proyek. Saat itu, kata Sandi, Satya mengaku proyek agak terkendala karena cuaca yang kurang bersahabat.
"Pak Satya bilang kita sudah mulai ketinggalan nih dari realisasi sama rencana. Karena cuaca, karena keterlambatan kerja. Sedangkan target Juni-Juli sudah harus beroperasi untuk Asian Games. Mereka bilang akan kejar dengan
shift tambah, tambah orang," bebernya.
"Kalau dikejar target selalu seperti itu, ada saja prosedur yang terlupakan demi efisiensi waktu dan sebagainya," lanjutnya.
Sejauh ini dilaporkan ada lima korban luka atas nama Rois Julianto (27), Wahyudin (18), Abdul Mupit (30), Ahmad Kumaedi (22), dan Jamal. Kelima korban luka tersebut telah dibawa ke RS Columbia, Kayu Putih, Jakarta Timur. Informasi terakhir, tiga orang di antara mereka sudah diperbolehkan pulang, sedangkan dua lagi masih dalam perawatan.
[wid]
BERITA TERKAIT: