Kegiatan edukasi melibatkan lebih dari 2.000 siswa dari 10 sekolah adiwiyata nasional, perwakilan SD, SMP, SMA. Juga berbagai komunitas, duta lingkungan, praktisi penggiat daur ulang, perguruan tinggi, serta dunia usaha yang memiliki program pengelolaan sampah dan asosiasi daur ulang plastik.
Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, saat ini sampah Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dan baru 5,6 persen masyarakat yang memilah sampah. Sebanyak 19,4 persen kadang-kadang dipilih kadang tidak, 75 persen tidak dilakukan apa-apa serta 64 persen sampah dibawa ke TPA.
"Untuk itu, perlu terus dilakukan proses-proses untuk penurunan sampah. Sehingga sampah yang sudah bisa dikelola harus 70 persen pada tahun 2025," jelasnya saat membuka kegiatan.
Menurut Siti, UU 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah sudah masuk tahun ke sepuluh, namun permasalahan sampah masih menjadi isu serius. Untuk itu, kepedulian serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah perlu ditingkatkan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Termasuk generasi muda, dalam hal ini anak-anak sekolah.
Kegiatan edukasi pengelolaan sampah diisi dengan diskusi antara anak sekolah dengan menteri LHK dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Sesekali, Siti dan Ridwan Kamil melontarkan pertanyaan terkait dasar-dasar pengelolaan sampah yang dijawab antusias. Dari jawaban anak-anak tercermin kalau mereka sudah mempunyai pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan. Sebagai apresiasi yang berhasil menjawab pertanyaan, diberikan hadiah berupa sepeda.
Selain diskusi, juga dipraktikkan pemilahan sampah berdasarkan jenis dan karakteristik, membuat kompos secara sederhana, kerajinan daur ulang sampah plastik dan sampah kertas, kampanye hidup bersih dan story telling serta edukasi pengelolaan sampah menggunakan dengan metode permainan atau edu games.
Semua kegiatan bertujuan mengajak generasi muda untuk mulai berpartisipasi, peduli dan menumbuhkan kesadaran mengelola sampah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pengelolaan sampah.
Saat ini jumlah usia produktif di Indonesia 139,8 juta jiwa atau 54,18 persen. Angka itu merupakan signifikan untuk berkolaborasi dalam mewujudkan kesadaran dan kepedulian pengelolaan sampah yang bersih dan berkelanjutan melalui kampanye yang dapat dimulai di lingkungan sekolah dan rumah.
Sementara itu, Ridwan Kamil mengaku sangat mendukung kegiatan edukasi tersebut.
"Gembira bersama kelola sampah ini akan kami viralkan di media sosial, lewat kampanye murah meriah tepat sasaran, follower saya 13 juta," tuturnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: