Indonesia Unggul Hadapi Dampak Perubahan Iklim

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 17 Januari 2018, 09:58 WIB
rmol news logo Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan bahwa dalam menghadapi dampak perubahan iklim sebagai masalah global, Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan negara-negara lain.

Keunggulan itu di antaranya berupa ketahanan nasional, daya adaptasi, dan modal sosial yang sangat tinggi dan kuat.

"Dukungan modal sosial Indonesia yang tidak dimiliki banyak bangsa lain di dunia, kita miliki di sini," katanya di sela Festival Iklim 2018 di Jakarta, Rabu (17/1).

Siti menjelaskan, sudah tiga tahun Indonesia melaksanakan komitmen sebagai negara peratifikasi Perjanjian Paris (Paris Agreement) soal perubahan iklim. Telah banyak pencapaian Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca yang juga menjadi agenda global. Antara lain pengurangan emisi dari asap kebakaran hutan dan lahan, inisiasi industri hijau, implementasi energi baru dan terbarukan, serta berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim lainnya hingga ke tingkat tapak.

Semua itu berkat dukungan parlemen, pemda, LSM, aktivis, dan akademisi, serta kalangan dunia usaha dalam agenda perubahan iklim yang semakin terlihat.

"Capaian-capaian ini juga berkat dukungan dari kepemimpinan eksekutif para menteri sektor terkait," bebernya.

Hal itu juga dibuktikan dengan berkumpulnya para menteri Kabinet Kerja di Manggala Wanabakti menyampaikan pesan untuk publik terkait perubahan iklim, seperti menteri ESDM, menteri perindustrian, menteri pertanian, menteri desa PDT, menteri luar negeri, menteri keuangan dan menteri perencanaan pembangunan nasional.

"Yang membuat optimistik karena dalam RKP 2018 telah ditegaskan agenda pengendalian perubahan iklim sebagai salah satu mainstreaming pembangunan nasional," jelas Siti.

Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo di forum internasional, Indonesia sudah memiliki berbagai instrumen menghadapi perubahan iklim, dan aktivitasnya sampai ke tingkat lapangan.

Untuk itu, sangat penting semangat daerah dan mainstreaming perubahan iklim pada Rencana Kerja Pemerintah tahun 2018, selain National Determined Contribution, dan Sistem Registri Nasional, serta cara-cara pengukuran dan verifikasi.

Agenda Festival Iklim 2018 sendiri bertujuan mempublikasikan kemajuan implementasi Paris Agreement dan NDC kepada masyarakat. Selain itu, sebagai sarana untuk bertukar pikiran tentang rencana, agenda, dan aksi pengendalian perubahan iklim oleh dan untuk berbagai pemangku kepentingan. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA