Mobilitas yang semakin mudah ini diyakini Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Papuan, Ferdinando Solossa akan membuka peluang peningkatan kesejahteraan di tanah Papua.
"Rakyat Papua sekarang ini sudah merasakan hadirnya pemerintah di sana, dimana selain akses yang makin terbuka, juga normalisasi harga kebutuhan pokok dan BBM," urainya dalam diskusi bertajuk 'Sosialisasi Pembangunan Pemerintah di Papua' di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Rabu kemarin (20/12).
Perwakilan dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) yang hadir dalam acara itu, Wawan Fahrudin menjelaskan bahwa perhatian pada pembangunan di Papua merupakan bagian dari upaya implementasi nilai-nilai Pancasila.
"Terutama pengalaman sila kelima dan dalam rangka penguatan sila ketiga, persatuan Indonesia," singkat tenaga madya UKP-PIP itu dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (21/12).
Sementara itu seperti dilansir dari
KantorBeritaPemilu.com, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ali Muthohirin menilai bahwa percepatan infrastruktur di Papua akan menjadi hal yang percuma jika tidak dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) warga Papua.
Atas alasan itu ia berharap agar pembangunan yang pesat itu diimbangi dengan pembangunan manusia, utamanya orang Papua asli.
"Pembangunan infrastruktur tanpa dibarengi dengan pembangunan supra struktur-pembangunan SDM-akan tidak banyak berguna. Penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan yang disertai dengan integritas dan moralitas menjadi faktor yang penting untuk mengejar ketertinggalan Papua dengan daerah-daerah lain di Indonesia," tutupnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: