Pengerahan ratusan personel itu guna menjaga aktivitas masyarakat dari gangguan-gangguan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
"Ini untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru agar warga bisa merayakannya dengan aman dan nyaman. Tidak ada PMKS yang berkeliaran," ujar Kepala Dinas Sosial DKI, Masrokhan saat mengikuti Apel Kesiapsiagaan PMKS Jalanan Jelang Natal dan Tahun Baru, Rabu (20/12).
Masrokhan mengungkapkan saat ini di minggu ketiga bulan Desember 2017, Dinsos telah melakukan penjangkauan terhadap 8.143 orang, sedangkan untuk tahun 2016 sebanyak 14.808 orang.
"Terjadi penurunan sekitar 45 persen hingga saat ini," sebutnya.
Kendati demikian dirinya tidak menampik adanya pergeseran PMKS ke pemukiman dan tempat-tempat umum seperti JPO, pasar tradisional, TPU, mall lantaran pengawasan ketat dari petugas.
"Maka dari itu dalam program tahun 2018-2022 selama lima tahun ke depan, pihaknya menargetkan sebanyak 42 kecamatan yang ada di DKI Jakarta minus Kabupaten Kepulauan Seribu, sudah dapat terpetakan bahwa ada 318 lokasi rawan PMKS," tambahnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: