Diceraikan Golkar, Ridwan Kamil Pasrah

Selasa, 19 Desember 2017, 10:57 WIB
Diceraikan Golkar, Ridwan Kamil Pasrah
Ridwan Kami/Net
rmol news logo Walikota Bandung Ridwan Kamil mengaku pasrah jika Golkar mencabut dukunagn pencalonan dirinya di Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2018.

"Saya tidak dalam posisi bisa mengubah-ubah yang namanya surat dukungan ya, karena itu tergantung dinamika di partai masing-masing," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil saat ditemui di ru­mah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, kemarin.

Emil menambahkan, jika me­mang Golkar resmi mencabut dukungan, dia akan fokus untuk mempererat kebersamaan dengan tiga partai pendukung lainnya.

Menurut dia, tanpa Partai Golkar, tiket untuk melaju di Pilgub Jabar sudah dipegangnya. "Saya  fokus pada partai yang sudah fix (mendukung) yaitu Nasdem, PKB dan PPP dan kalau dijumlah totalnya sudah 21 (kursi). Artinya kalaupun iya berita itu, majunya saya ke Pilgub Jabar masih tetap," jelasnya.

Selebihnya, Emil tidak bisa berkomentar banyak sebelum menerima surat resmi dari DPP Partai Golkar.

DPP Partai Golkar secara resmi telah mencabut dukungan kepada Ridwan Kamil seba­gai calon gubernur Jawa Barat (Jabar) di Pilkada 2018. Salah satu alasan mendasar adalah Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil melakukan konvensi da­lam memilih calon wakilnya.

Padahal Golkar sejak awal telah mengajukan Daniel Mutaqien sebagai pendamping Emil. Golkar tak setuju dengan proses konvensi itu.

"Memang ada sebuah proses kemarin yang dilakukan karena tadinya itu DPP Golkar berpikir bahwa pasangan calon yang kita usulkan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien itu adalah final dan karena itu tidak ada lagi proses politik lain. Ternyata menurut informasi yang ada dan set­elah kita cek itu ada konvensi di­lakukan dari beberapa partai yang ada bahkan ada nama baru yang masuk," kata Sekjen Golkar drus Marham di Rapimnas Golkar, Jakarta, kemarin.

Idrus mengatakan, keputusan pencabutan dukungan itu telah dibicarakan dengan seksama bersama Ketum Golkar, baru Airlangga Hartarto. Setelah per­temuan itu kemudian diputuskan mencabut dukungan. Idrus be­lum mau mengungkap kepada siapa rekomendasi Golkar akan dikeluarkan. Idrus tak mau ber­spekulasi bahwa Golkar akan dukung Ketua Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. "Belum. Kita akan bicara nanti. Tentu semua terbuka ya," ucapnya.

Ditempat sama Wakil Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji menyatakan, Dedi Mulyadi ber­peluang besar untuk diusung Golkar di Pilgub Jabar. Apalagi, Dedi Mulyadi merupakan Ketua Golkar Jabar dan juga Bupati Purwakarta. "Dedi Mulyadi punya peluang besar," ungkapnya.

Meski demikian, lanjut Sarmuji, hal itu tetap akan dibahas dalam mekanisme organisasi, rapat tim pilkada pusat.

Rapat itu bakal digelar setelah rangkaian Rapimnas dan Munaslub selesai.

Sarmuji mengatakan, pencabutan dukungan kepada mil tentu­nya telah mempertimbangkan visi dan misi koalisi nasional di Jabar. Golkar banyak alternatif calon gubernur di Jabar yang dipandang mampu menerjemahkan visi dan misi koalisi pendukung pemerintah di level nasional.

Kata Sarmuji, partainya dimungkinkan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Jabar bersama PDIP.

Dia memprediksi partai ber­lambang banteng itu tak akan mengusung Emil. "PDIP nggak ke Pak Ridwan Kamil. PDIP kecil kemungkinan ke Ridwan Kamil, kecuali ada konstelasi politik berubah," paparnya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA