"Saya tidak dalam posisi bisa mengubah-ubah yang namanya surat dukungan ya, karena itu tergantung dinamika di partai masing-masing," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil saat ditemui di ruÂmah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, kemarin.
Emil menambahkan, jika meÂmang Golkar resmi mencabut dukungan, dia akan fokus untuk mempererat kebersamaan dengan tiga partai pendukung lainnya.
Menurut dia, tanpa Partai Golkar, tiket untuk melaju di Pilgub Jabar sudah dipegangnya. "Saya fokus pada partai yang sudah fix (mendukung) yaitu Nasdem, PKB dan PPP dan kalau dijumlah totalnya sudah 21 (kursi). Artinya kalaupun iya berita itu, majunya saya ke Pilgub Jabar masih tetap," jelasnya.
Selebihnya, Emil tidak bisa berkomentar banyak sebelum menerima surat resmi dari DPP Partai Golkar.
DPP Partai Golkar secara resmi telah mencabut dukungan kepada Ridwan Kamil sebaÂgai calon gubernur Jawa Barat (Jabar) di Pilkada 2018. Salah satu alasan mendasar adalah Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil melakukan konvensi daÂlam memilih calon wakilnya.
Padahal Golkar sejak awal telah mengajukan Daniel Mutaqien sebagai pendamping Emil. Golkar tak setuju dengan proses konvensi itu.
"Memang ada sebuah proses kemarin yang dilakukan karena tadinya itu DPP Golkar berpikir bahwa pasangan calon yang kita usulkan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien itu adalah final dan karena itu tidak ada lagi proses politik lain. Ternyata menurut informasi yang ada dan setÂelah kita cek itu ada konvensi diÂlakukan dari beberapa partai yang ada bahkan ada nama baru yang masuk," kata Sekjen Golkar drus Marham di Rapimnas Golkar, Jakarta, kemarin.
Idrus mengatakan, keputusan pencabutan dukungan itu telah dibicarakan dengan seksama bersama Ketum Golkar, baru Airlangga Hartarto. Setelah perÂtemuan itu kemudian diputuskan mencabut dukungan. Idrus beÂlum mau mengungkap kepada siapa rekomendasi Golkar akan dikeluarkan. Idrus tak mau berÂspekulasi bahwa Golkar akan dukung Ketua Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. "Belum. Kita akan bicara nanti. Tentu semua terbuka ya," ucapnya.
Ditempat sama Wakil Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji menyatakan, Dedi Mulyadi berÂpeluang besar untuk diusung Golkar di Pilgub Jabar. Apalagi, Dedi Mulyadi merupakan Ketua Golkar Jabar dan juga Bupati Purwakarta. "Dedi Mulyadi punya peluang besar," ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Sarmuji, hal itu tetap akan dibahas dalam mekanisme organisasi, rapat tim pilkada pusat.
Rapat itu bakal digelar setelah rangkaian Rapimnas dan Munaslub selesai.
Sarmuji mengatakan, pencabutan dukungan kepada mil tentuÂnya telah mempertimbangkan visi dan misi koalisi nasional di Jabar. Golkar banyak alternatif calon gubernur di Jabar yang dipandang mampu menerjemahkan visi dan misi koalisi pendukung pemerintah di level nasional.
Kata Sarmuji, partainya dimungkinkan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Jabar bersama PDIP.
Dia memprediksi partai berÂlambang banteng itu tak akan mengusung Emil. "PDIP nggak ke Pak Ridwan Kamil. PDIP kecil kemungkinan ke Ridwan Kamil, kecuali ada konstelasi politik berubah," paparnya. ***
BERITA TERKAIT: