Dinkes DKI Lalai Antisipasi Difteri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 13 Desember 2017, 03:31 WIB
Dinkes DKI Lalai Antisipasi Difteri
Ilustrasi/Net
rmol news logo Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dinilai telah lalai dalam upaya mencegah penyebaran penyakit menular Difteri. Hingga kini warga ibukota yang terkena penyakit ini ada 25 orang dan menyebabkan kematian dua orang.

Ketua Nasional Rekan Indonesia Agung Nugroho mengtatakan langkah Dinkes DKI dalam mengantisipasi kasus difteri cenderung berdasarkan kepanikan. Penanganan yang dilakukan seperti pemadam kebakaran yang bekerja tergopoh-gopoh ketika ada api.

"Ketetapan Dinkes DKI menyatakan status KLB (kejadian luar biasa) terhadap difteri jelas terlihat berdasarkan kepanikan. Bahkan info dari staff di dinkes DKI meyatakan kabid P2P tidak pernah ada melakukan penyelidikan epidemiologi," kata Agung melalui pesan elektronik, Selasa (12/12).

Selain seperti pemadam kebakaran, kata dia, Dinkes DKI juga cenderung lamban dalam mengantisipasi penularan difteri di wilayah ibukota. Sebab pada Juli lalu, Dinkes sudah menerima laporan petugas kesehatan di Jakarta Barat bahwa ada warga Tangerang positif terkena difteri dan berobat di Jakarta Barat, namun tidak ada respon sama sekali dari Dinkes DKI.

Alasan kedua, Kemkes sejak April 2017 sudah mengeluarkan Surat Edaran Waspada Terhadap Difteri, ini pun oleh dinkes DKI tidak digubris.

"Kami jelas mempertanyakan kinerja dinkes DKI jaman Ahok ini, sudah tidak peduli dengan keluhan warga terhadap pelayanan kesehatan dimana kadisnya tidak pernah tegas terhadap RS yang nakal. Lamban dalam merespon kematian debora dan plin plan menetapkan RS yang salah. Sekarang ditambah lagi terlambat dalam mengantisipasi penyebaran Difteri di wilayah DKI," papar Agung.

Agung juga mempertanyakan statemen Dinkes DKI yang menggadang gadang sukses 100% dalam melakukan vaksinasi.

"Terbukti dengan merebaknya kasus difteri merupakan bukti omong kosong dinkes DKI yang menyatakan cakupan imunisasi di DKI mencapai 100%," tegas Agung

Dengan buruknya kinerja Dinkes DKI. Agung meminta kepada Anies Sandi untuk mengevaluasi total Dinkes DKI.

"Dinkes DKI saat ini dipimpin kadis zaman Ahok yang hanya pencitraan tanpa melihat data realistis di lapangan, tidak pernah turun lapangan, hanya sibuk proyek pembangunan dan proyek pengadaan alkes," tuding Agung.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA