Tunaikan Zakat Rp 1,27 Miliar, Semen Indonesia Jadi UPZ Baznas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 15 Oktober 2017, 12:26 WIB
Tunaikan Zakat Rp 1,27 Miliar, Semen Indonesia Jadi UPZ Baznas
RMOL
rmol news logo Kelompok perusahan BUMN di bawah payung PT Semen Indonesia secara resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

"Alhamdulillah Semen Indonesia grup sudah menjadi UPZ Baznas. Bergabungnya BUMN kebanggaan bangsa ini semakin memperkuat Baznas dalam upaya memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan di negeri ini," jelas Ketua Baznas Prof. Bambang Sudibyo dalam Pengukuhan Pengurus UPZ PT Semen Indonesia di Kantor Semen Indonesia, Gresik, Jawa Timur, pada Jumat (13/10).

Dalam kesempatan itu, secara simbolis Baznas menerima dana zakat, infak dan sedekah dari UPZ Semen Indonesia sebesar Rp 1,27 miliar. Baznas juga menyalurkan dana zakat, infak dan sedekah kepada pengurus Baznas Kabupaten Gresik.  

"Semen Indonesia menjadi contoh dan teladan bagi BUMN lain dalam mengelola zakat," kata Bambang.

Mantan menteri keuangan itu mengingatkan tentang amanat Instruksi Presiden 3/2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian, Lembaga Negara, BUMN, dan sejenisnya. Bambang juga menyitir UU 23/2011 bahwa yang berwenang mengelola zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya adalah Baznas dan lembaga amil zakat (LAZ) dari tingkat pusat atau nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

"Ada sanksi pidana bagi pengelola zakat ilegal. Ini secara tegas dinyatakan dalam pasal 41 UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat," bebernya.

Guna mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, Baznas membangun sinergi program bersama Baznas daerah serta LAZ nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

Bambang optimistis Indonesia sudah memasuki era kebangkitan zakat. Sebab, selain diakomodasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), zakat kini sudah masuk dalam master plan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia.

"Tak hanya itu, manajemen Baznas juga dimodernisasi lewat penerapan ISO 9001:2015 sehingga semakin profesional, amanah, transparan dan akuntabel," ujarnya.

Dia menambahkan, Baznas juga menyiapkan sertifikasi bagi para amil.

"Ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka menggapai misi BAZNAS menjadi pengelola zakat terbaik di dunia," tegas Bambang dalam keterangannya, Minggu (15/10). [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA