Pemprov DKI Revitalisasi Trotoar 6,6 Kilometer

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 08 Oktober 2017, 09:31 WIB
Pemprov DKI Revitalisasi Trotoar 6,6 Kilometer
RMOL
rmol news logo Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan pencanangan program #TrotoarKita di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor (car free day), Bundaran HI, Jakarta (Minggu, 8/10).

Pencanangan itu merupakan salah satu program Pemprov DKI untuk menciptakan trotoar yang nyaman, aman, dan bersih. Djarot menyampaikan, kegiatan akan difokuskan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga ujung Jalan MH Thamrin.

"Semua jalan-jalan Sudirman-Thamrin sudah bersih, sudah tertata termasuk trotoarnya. Hari ini kita revitalisasi trotoarnya sepanjang 6,6 kilometer dari Patung Pemuda (Senayan) ke Patung Kuda (Monas)," jelas Djarot kepada wartawan.

Sepanjang trotoar 6,6 kilometer itu nantinya akan ditanami pohon agar menciptakan udara nyaman dan sejuk. Berdasarkan perhitungan Dinas Lingkungan Hidup, setiap 500 meter dari total 6,6 kilometer terdapat 326 pohon yang dipertahankan, 266 pohon dipindahkan, dan 139 pohon baru.

Selain untuk pejalan kaki, di atas trotoar juga akan dibuat satu jalur khusus sepeda dan dilengkapi kamera pengawasa (CCTV) di sepanjang jalan.  Dari lebar trotoar sekitar delapan hingga sepuluh trotoar akan dibuat satu jalur khusus sepeda. Pemprov DKI juga akan memfasilitasi penyewaan sepeda. Hal itu, menurut Djarot, sekaligus mengajak masyakarat ibu kota agar tidak lebih mengutamakan penggunaan kendaraan pribadi.

"Sehingga kalau mau ke kantor tidak perlu menggunakan mobil. Bisa dengan transportasi umum, naik bis bisa, naik MRT bisa. Keluar stasiun dia bisa pakai sepeda ke kantornya," beber Djarot.

Dia berharap, revitalisasi trotoar rampung sebelum gelaran ASEAN Games, Agustus 2018 mendatang. Sementara, untuk pengerjaan awal akan dimulai pada akhir November ini.

"Jadi targetnya kita Agustus 2018 itu sudah selesai. Itu seiring dengan selesainya program MRT jalur Sudirman-Thamrin. Pada saat rapat terbatas dengan presiden kami sampaikan bahwa sebelum pelaksanaan ASEAN Games," jelas Djarot.

Meski pengerjaan berbarengan dengan pembangunan MRT, Djarot memastikan hal itu tidak akan membuat lalu lintas Jakarta semakin padat.

"Tidak, justru kita harus bareng, kalau tidak bareng nanti selesainya tidak bisa sama. Nanti kan jalur lambat dan jalur cepat akan kita hilangkan. Kalau anda perhatikan, pohon-pohon di tengah jalur lambat itu akan dipindahkan, sementara pohon di trotoar tetap di sana," jelasnya. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA