Kedua jalur Commuter Line terpaksa mengakhiri perjalanan di Manggarai. Penumpang di stasiun Manggari membludak, bahkan untuk keluar stasiun saja menjadi sulit lantaran kepadatan yang terjadi.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mengakui akibat persitiwa tersebut Pengguna KRL terlantar dan terlambat kerja atau berkegiatan. Pengguna KRL pun terpaksa mencari alternatif perjalanan secara tidak aman dan tanpa bantuan memadai dari pengelola KRL.
"Anjloknya KRL sudah terjadi sebanyak tiga kali dalam setahun ini. Lagi-lagi pengelola KRL tidak becus dalam membantu penumpang untuk mencari alternatif. Ini menunjukkan bahwa pengelola KRL atau PT KCJ tidak memiliki SOP dalam penanganan masalah perjalanan KRL jika bermasalah," tegas Tigor melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Selasa (3/10).
Untuk itu, tigor mendesak agar PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk eminta maaf secara publik kepada penggunanya. PT KJC juga diminta untuk memperbaiki layanan dan membentuk SOP penanganan masalah perjalanan KRL yang jelas dan membantu penggunanya secara baik.
"Kami juga mendesak agar PT KJC memberikan konpensasi kepada penggunanya, misalnya menggratiskan biaya tarif KRL di hari berikutnya," demikian Tigor.
[san]
BERITA TERKAIT: