Pernyataan itu disampaikannya usai sosialisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bertema 'Pariwisata Daerah yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan dalam MEA' di Bali pada 28 September lalu yang dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai pemangku kepentingan pariwisata.
"Dengan mengembangkan quality tourism sebagai salah satu strategi utama Pariwisata ASEAN 2025, Indonesia tidak hanya akan menjadi tujuan wisata yang menarik tetapi juga mampu menaikkan pendapatan di sektor pariwisata," kata Bahar.
Menurutnya, mass tourism atau wisata massal merujuk pada banyaknya jumlah kunjungan ke satu tujuan wisata pada suatu waktu. Sementara qulity tourism alias wisata berkualitas merujuk pada peningkatan pemasukan dari kunjungan wisatawan.
"Quality tourism akan meningkatkan pendapatan untuk para pelaku industri pariwisata, dan itu akan membuat pariwisata menjadi sebuah indurti berdaya saing tinggi unutk jangka panjang," jelas Bahar.
Data Sekretariat ASEAN di Jakarta, negara Malaysia mendapat kunjungan 19 juta wisatawan Asia Tenggara, sedangkan Thailand mendapat 22 juta dari wisatawan dari luar ASEAN, bahkan Singapura dikunjungi 15 wisatawan. Padahal ketiga negara itu tidak memiliki tujuan wisata sebaik dan sebanyak Indonesia yang hanya memperoleh 11 juta lebih wisatawan.
Menurut Bahar, untuk memperkuat daya saing wisata berkualitas perlu tiga syarat. Pertama, strategi pemasaran untuk meningkatkan pengeluaran wisatawan dan bukan sekedar meningkatnya kedatangan wisatwan. Kedua, inovasi produk sehingga pelaku industri mendapat manfaat lebih besar. Dan ketiga, menjadikan warga di daerah sebagai pendorong tujuan wisata daerah mereka karena memiliki kebanggaan akan sektor pariwisata.
"Kita memang akan menggenjot kunjungan wisatawan menjadi 20 juta orang, tapi itu sebenarnya karena kapasitas kita belum maksimal. Jadi, kualitas wisata kita perlu ditingkatkan dengan transportasi yang mudah ke tujuan-tujuan wisata dan kualitas wisata yang berdaya saing," jelas Bahar dalam keterangannya (Minggu, 1/10).
Sosialisasi MEA sendiri merupakan program tahunan BKSP DPD untuk mendorong daerah memperkuat daya saing setelah peluncuran MEA pada 2015 lalu. Turut hadir pula dalam sosialisasi anggota DPD lainnya yaitu Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Bali), Tellie Gozelie (Bangka Belitung), Emma Yohana (Sumatera Barat), Ahmad Jajuli (Lampung), Asmawati (Sumatera Selatan), Haripinto Tanuwidjaja (Kepulauan Riau), Dailami Firdaus (DKI Jakarta), Emilia Contessa (Jawa Timur), Pendeta Rugas Binti (Kalimantan Tengah), A.D. Khaly (Gorontalo), Adrianus Garu (NTT), dan Pendeta Carles Simaremare (Papua).
[wah]
BERITA TERKAIT: