"Dengan program swasebada pangan ini akan terbuka akses pada sektor pertanian," ujar Dian melalui surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Senin (25/9).
Dia berharap, swasembada mampu menjawab tantangan kondisi perempuan yang saat ini. Dimana perempuan saat ini nyaris kehilangan akses ekonomi dalam proses produksi pertanian pasca adanya pergeseran pola pertanian dari tradisional ke arah modern.
"Yakni kembali tersedianya lahan-lahan pertanian yang dapat digarap," imbuhnya.
Diketahui tanggal 24 September kemarin, diperingati Hari Tani Nasional. Dalam moment Hari Tani tahun ini Dian mengingatkan bahwa prempuan adalah pihak yang ikut berjasa pada proses budidaya pertanian tradisional.
"Kondisi ini ditandai dengan peran aktif perempuan dalam mengembangkan budidaya pertanian melalui keterampilannya. Disamping peran utama Perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga," jelas Dian.
Menurutnya, perempuan merupakan kunci ketahanan pangan dalam sebuah keluarga dimulai dari perencanaan, mengolah pangan hingga menentukan besar kecilnya anggaran.
"Ditangan perempuanlah terpenuhinya kebutuhan gizi sebuah keluarga, untuk itu setiap perempuan harus mengetahui pangan yang memenuhi standar kelayakan sebuah keluarga," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: