Dedi Mulyadi: Indonesia Negara Maritim Tapi Tidak Bisa Urus Air

Harusnya Sungai Menghadap Rumah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 16 September 2017, 20:10 WIB
Dedi Mulyadi: Indonesia Negara Maritim Tapi Tidak Bisa Urus Air
Dedi Mulyadi/RMOL
rmol news logo . Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menilai Indonesia masih memiliki sistem peradaban air yang salah. Sebagai bagian dari negara maritim, Indonesia justru tidak bisa memanfaatkan sanitasi air dengan baik.

"Kita ini kacau. Kita hidup dari air tapi air kita hancurkan. Buang limbah ke air, sampah pabrik ke air, buang sampah ke sungai, buang cuci piring ke sungai. Rusak sungainya," ucap Dedi di hadapan ratusan guru saat sambutan Sosialisasi Empat Pilar MPR, di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (16/9).

Di sisi lain, bakal calon gubernur Jabar ini menilai, tidak sedikit rumah di desa dan di kota yang dibangun dengan membelakangi sungai. Tata ruang seperti ini menurutnya kurang tepat dan justru dapat mencemari sungai lebih cepat.

"Tata ruangnya salah. Seharusnya sungainya menghadap di depan (rumah). Kalau sungai menghadap ke depan, maka sungai akan terurus dengan jernih," ucap Dedi.

Lanjut politisi Partai Golkar ini, penggunaan air sebagai sarana transportasi juga belum dimanfaatkan dengan maksimal.

Menurutnya, transportasi air bisa membuat keuangan negara lebih hemat. Sehingga tidak perlu meminjam uang ke negara lain untuk pembangunan infrastruktur jalan.

"Transportasi air harusnya dihidupkan. Sebetulnya yang punya konsep ini Belanda. Belanda yang konsep airnya dengan baik, irigasinya dimana-mana. Karena transportasi air lebih murah, tidak perlu minjem duit orang lain. Negara lebih maju dengan peradaban sungai," tegas dia.

"Karena tidak mungkin ada negara maritim kalau tidak ada peradaban sungai. Maritim ini hanya pusat saja dari peradaban sungai. Nah, ini kita telat," pungkas Dedi menambahkan. [rus] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA