Kasiter Korem 174/ATW, Kolonel Inf Mohamad Andi Prihantono, menyatakan pihaknya langsung mengerahkan personel untuk mengecek lapangan setelah informasi itu disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (Baca:
92 Hotspot Kebakaran Hutan Terjadi Di Merauke)
"Enggak ada hotspot. Ada pengecekan oleh kami di wilayah, tidak ada sampai 92 hotspot. Yang kelihatan cuma satu," kata Kolonel Inf Mohamad Andi saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.
Dia sendiri mengaku heran saat mendengar berita 92 titik panas di Merauke. Anggota Korem diperintahkan untuk memeriksa seluruh wilayah tetapi sejauh ini hanya ditemukan satu hotspot.
"Makanya, kami bingung. Cuaca di sini hujan, kemudian cuaca dingin karena angin basah dari Australia. Di Merauke tidak terlalu panas," katanya.
Selain itu, jika ada titik panas, ia memastikan pihak Korem 174/ATW akan mendapat laporan dari masyarakat.
"Memang tahun 2015 ada kebakaran besar di sini, 2016 enggak ada, dan tahun ini belum ada. Cuaca kondusif," jelasnya.
Ia juga membantah ada perubahan fungsi lahan dari hutan menjadi perkebunan secara besar-besaran yang didahului pembakaran untuk pembersihan lahan.
"Kami sudah komitmen lahan yang sudah cetak sawah tidak boleh dibakar. Kalau dibakar berarti terjadi pelanggaran. Cetak sawah di sini seluas 2000 hektar, tidak ada yang dibakar," ucapnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: