"Pencarian sudah dinyatakan dihentikan karena tidak ada lagi laporan korban hilang," kata Kepala BPBD Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis seperti diberitakan
RMOLSumut.Com.
Penghentian pencarian ini menurutnya dilakukan berdasarkan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pencarian seperti dari Basarnas, BPBD Sumut, TNI dan Polri.
Riadil menjelaskan, data terakhir menunjukkan total korban jiwa sebanyak lima orang di Padang Sidempuan dan satu korban atas nama Mosbah dalam peristiwa yang sama di Desa Malintang Jae, Mandailing Natal. Satu korban lagi bernama Kaya Anua Siagian, di Tapanuli Selatan, tepatnya di Desa Sijungkang, Kecamatan Angkola Timur.
"Kejadian ini berdampak pada tiga daerah. Total korban jiwa ada tujuh orang semuanya," ujarnya.
Selanjutnya kata Riadil, BPBD Sumut fokus pendataan jumlah korban luka-luka guna memberikan pertolongan.
Pendataan lain juga sedang dilakukan untuk mengetahui jumlah kerugian harta benda, termasuk lahan pertanian yang rusak diterjang banjir bandang pada Minggu (26/3) tersebut.
"Kita masih proses pendataan, dan ini masih situasi tanggap darurat. Setelah status tanggap darurat selesai baru masuk proses tahap pemulihan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya luapan sungai Aek Sigopas menyebabkan banjir bandang yang menewaskan sejumlah warga di Padang Sidimpuan. Di Kabupaten Sidimpuan banjir bandang tersebut menewaskan lima korban yakni Syahriana Situmorang (45), Rofiah Sarumpaet (8), Sakinah Sarumpaet (10), dan Saykum Sarumpaet (48), satu keluarga yang tercatat sebagai warga lingkungan III, kelurahan Lubuk Raya, kecamatan Padangsidempuan Hutaimbaru.
Dan seorang korban lainnya bernama Bahar Efendi Panggabean (55), warga Lingkungan I Sitataring, kelurahan Batang Ayumi Julu, kecamatan Padang Sidimpuan Utara.
[wid]
BERITA TERKAIT: