Turut hadir Ketua Dewan Pembina YPPIJ Prof. Dr. Haryono Suyono, dan Siti Hediati Soeharto selaku pembina YPPIJ. Juga Ketua Yayasan Damandiri Subiakto Tjakrawerdaja, dan Rektor Universitas Trilogi Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin.
"Kegiatan ini menjadi lebih istimewa karena dilaksanakan pada bulan Maret yang merupakan peringatan bulan besar Pak Harto. Acara ini seperti menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya di beberapa titik di Yogyakarta dan Jakarta," jelas Subiakto Tjakrawerdaja dalam keterangannya.
Dia menjelaskan, Yayasan Damandiri yang berdiri sejak 1996 dengan setia terus membantu pemerintah dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Dengan tujuan membentuk masyarakat yang dapat bekerja secara mandiri dan menjadi sejahtera atas hasil usaha. Bantuan jangka panjang terus diberikan dalam bentuk program-program pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya lewat kelompok-kelompok kecil. Pelatihan dan pembinaan yang diberikan mencakup segala aspek kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, sampai kepada bidang ekonomi.
"Bertujuan ingin menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera dan lestari. Tidak lagi tangan di bawah melainkan tangan di atas," ujar Subiakto.
Pelatihan kemampuan berusaha diberikan yayasan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, beberapa perguruan tinggi. Serta memberikan bantuan modal kepada kelompok-kelompok kecil yang terbatas akses permodalan. Pemberian bantuan modal secara kredit diberikan melalui Koperasi kepada kelompok-kelompok usaha atau yang baru akan berusaha. Bantuan kredit modal melalui koperasi dinamakan Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Selain dari koperasi, bantuan kredit modal juga disalurkan melalui lembaga keuangan swasta yakni BPR Nusamba dengan kelompok binaan yang dinamakan Komunitas Sahabat Damandiri.
"Pemberian Tabur Puja melalui kelompok ini dimaksudkan agar nasabah dapat meminjam uang tanpa agunan dengan menggunakan sistem tanggung renteng. Di mana, masing-masing anggota kelompok bertanggung jawab atas pinjaman anggota lainnya, sehingga tercipta suasana gotong royong, menjaga dan bahu membahu agar masing-masing anggota dapat berkembang bersama-sama," jelas Subiakto yang pernah menjabat menteri koperasi di era Presiden Soeharto.
Untuk diketahui, Yayasan Damandiri hingga saat ini telah membentuk 12 koperasi meliputi 340 kelompok, serta 158 kelompok Komunitas Sahabat Damandiri yang dibina BPR Nusamba. Jumlah bantuan yang telah tersalurkan adalah Rp 23,4 triliun kepada 1.530.000 nasabah.
Damandiri Award sendiri dilangsungkan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi kepada kelompok-kelompok binaan penerima kredit dan koperasi yang telah mengelola Tabur Puja. Tahun ini, yayasan memberikan Damandiri ke-21, seiring dengan ulang tahun yayasan ke-21 yang jatuh pada15 Januari lalu.
Adapun kategori yang dilombakan adalah Kategori Posdaya Penerima Tabur Puja atau Simpan Pinjam, Kategori Komunitas Sahabat Damandiri (penerima kredit mikro), dan Kategori Kopersi Pengelola Tabur Puja. Kelompok dan Koperasi disaring secara ketat oleh dewan juri yang terdiri dari yayasan dan UKM Center FEB Universitas Indonesia (UI).
[wah]
BERITA TERKAIT: