Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan mengatakan bahwa sikap yang diambil partainya itu karena mereka menilai pegunungan Kendeng memiliki fungsi penting. Yakni merupakan daerah sumber air bagi lima kabupaten di Jawa Tengah.
"Mana yang lebih penting bagi kehidupan, air atau semen?" tanyanya, Selasa (21/3).
"Air bukan hanya untuk kebutuhan dasar hidup manusia tapi juga menjadi bahan baku pertanian sumber pangan nasional, memangnya kita ingin merampas dan menghancurkan sumber kehidupan tersebut," lanjutnya.
Untuk itulah, kata Daniel, Fraksi PKB melalui Komisi VII sudah menetapkan hati berada di belakang para petani Kendeng.
"Pabrik semen sangat penting tetapi jangan sampai menghancurkan sumber air kehidupan," tegasnya.
Ia pun mengimbau kepada semua pihak, khususnya pemerintah untuk belajar dari Mama Aleta di Nusa Tenggara Timur. Sang Mama seorang diri berjuang untuk menyelamatkan Gunung Nausus Molo yang juga hendak ditambang dengan menghancurkan sumber air di sana.
"Nanti PKB akan mengajak Mama Aleta mendampingi para petani, selain Cak Imin (Ketum PKB Muhaimin Iskandar) akan berkomunikasi dengan presiden agar keputusan yang diambil secara hati-hati sehingga tidak merusak sumber air kehidupan," pungkasnya.
[wid]