"Pemerintah propinsi harus memastikan seluruh pedagang korban kebakaran terdata dan tidak ada yang terlewatkan," kata Ketua Umum DPP IKAPPI, Abdullah Mansuri, Jumat (20/1).
Pemprov DKI juga diminta menurunkan tim psikologis dan kesehatan guna menanggulangi beban psikologis pedagang yang banyak terguncang akibat musibah ini.
"Pemerintah propinsi dapat mengambil alih penanganan dan pengelolaan blok 1 dan 2 Pasar Senen dari pengelola PT Pembangunan jaya. Demi terjaminnya percepatan koordinasi dan penanganan korban kebakaran," sebut Mansuri.
Terakhir, IKAPPI meminta Pemprov DKI wajib mengupayakan dan memastikan percepatan pembangunan tempat berdagang sementara (penampungan) di lokasi Senen, Jakarta Pusat, dan tidak memungut biaya sepeser pun, agar pedagang tidak larut dalam duka dan bisa segera kembali berdagang.
"Dan mengizinkan berdagang di wilayah lokasi pasar serta memanfaatkan lokasi-lokasi strategis guna dijadikan tempat berdagang sementara sampai pasar selesai dibangun," tukas Mansuri.
Pasar Senen mengalami kebakaran sejak Kamis dinihari (19/1), pukul 04.30 WIB, dan baru bisa dipadamkan 14 jam kemudian. Data sementara, kebakaran ini menghanguskan 1.691 kios.
[rus]
BERITA TERKAIT: