Pelabuhan Penyeberang Penarik Permudah Transportasi Antar Pulau

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 29 Mei 2016, 22:30 WIB
Pelabuhan Penyeberang Penarik Permudah Transportasi Antar Pulau
net
rmol news logo Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto menilai, pelabuhan penyeberang penarik mempermudah transportasi antar pulau. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memang dipadati dengan pelabuhan yang gunanya sebagai jantung tranportasi dan ekonomi di setiap wilayah.

Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan dengan Kamboja dan Vietnam sangat memerlukan kehadiran pelabuhan sebagai sarana transportasi.

Mengatasi hal ini, pemerintah baru saja merampungkan pembangunan Pelabuhan Penyeberang Penarik yang terletak di Pulau Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Pelabuhan ini dibangun sejak 2011 hingga 2015, tapi baru Sabtu kemarin (28/5) diresmikan Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto.

Dalam pembangunannya, pelabuhan ini memakan dana sebesar Rp 39.817.180.000 yang diserap dari APBN.

Pudji mengatakan, pembangunan pelabuhan ini adalah bagiam dari upaya pemerintah dalam penyediaan prasarana transportasi yang memadai untuk mobilitas masyarakat.

"Pelabuhan ini melayani lintas penyeberangan Dabo-Penarik dan sekaligus menghubungkan Pulau Singkep dengan Pulau Lingga di Kabupaten Lingga," kata Pudji dalam siaran persnya, Minggu (29/5).

Mantan Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat ini menyebut, permasalahan utama di Kepulauan Riau yang sebagian besar berupa perairan ialah minimnya sarana transportasi untuk menghubungkan antar pulau.

"Harapannya ya untuk membuka konektivitas transportasi antar pulau, khususnya Pulau Singkep dan Pulau Lingga di Kabupaten Lingga sehingga tercipta pelayanan transportasi antar pulau," tambah dia.

Pudji menjabarkan, selanjutnya kewenangan pengelolaan pelabuhan ini ada di bawah Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga.

"Pelabuhan akan dilayani oleh kapal penyeberangan penumpang jenis Ro-Ro 500 GT KMP Sembilang dengan kapasitas angkut 19 unit kendaraan campuran dan 150 penumpang yang merupakan optimalisasi kapal pada lintas penyeberangan Dabo-Telaga Pungkur dan Dabo-Tanjung Pinang," bebernya.

Pudji pun berpesan kepada pihak Pemda Kabupaten Lingga sebagai pengelola pelabuhan agar memperhatikan kondisi fasilitas pelabuhan dari sisi kebersihan, ketertiban dan pencahayaan ruang tunggu penumpang.

"Semoga bisa dijaga, keadaan fasilitasnya juga harus dicek secara rutin," demikian Pudji. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA