ERUPSI GUNUNG BARUJARI

Waspada Banjir Lahar Di Sungai Kokok Putih

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 14 November 2015, 15:21 WIB
Waspada Banjir Lahar Di Sungai Kokok Putih
foto:net
rmol news logo Erupsi Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Provinsi NTB, masih terus berlangsung hingga kini meskipun dengan intensitas lebih kecil dibandingkan seminggu sebelumnya.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, berdasarkan  pengamatan PVMBG di Sembalun pada hari ini (Sabtu, 14/11) pukul 11.00 WIB, asap letusan putih-kelabu tebal dengan ketinggian sekitar 1.600 meter condong ke Barat-Barat Daya.

"Dari kegempaan tremor menerus, dengan amplitudo maksimum 1-25 mm, dominan 9-10 mm," imbuhnya melalui pesan elektronik.

Letusan tertinggi, menurut Sutopo, mencapai 2 ribu meter dari puncak Gunung Barujari atau sekitar 4.350 m dari permukaan laut. Status gunung masih ditetapkan Waspada (Level II).

Sementara itu, lahar panas mengarah ke arah timur dan utara Gunung Barujari. Diperkirakan sampai saat ini sudah terjadi penumpukan sebanyak 4,5 juta meter kubik material piroklastik yang dihasilkan sejak erupsi sebelumnya.

Dengan adanya peningkatan volume material hasil erupsi di Danau Segara Anak atau Kaldera Gunung Rinjani menyebabkan tinggi muka air danau naik.

"Jika terjadi hujan deras di puncak Gunung Rinjani dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir di sepanjang Sungai Kokok Putih akibat luapan Danau Segara Anak," terangnya.

BNPB, kata Sutopo, mengimbau masyarakat setempat untuk selalu waspada dan tidak melakukan aktivitas di Sungai Kokok Putih saat mendung atau hujan di Puncak Gunung Rinjani.

"Belum perlu ada pengungsian. Kondisi penerbangan di bandara juga normal," tambah Sutopo.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA