Warga Sembongin Serbu Truk Tangki Air Bersih Bantuan UMK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 01 November 2015, 17:54 WIB
Warga Sembongin Serbu Truk Tangki Air Bersih Bantuan UMK
rmol news logo . Warga Desa Sembongin, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah langsung menyerbu truk tangki pengangkut air bersih, begitu truk itu berhenti, Sabtu (31/10). Dengan membawa jerigen masin-masing, mereka mangantri untuk mendapatkan air bersih bantuan dari Universitas Muria Kudus (UMK) yang didukung Kodim 0721/Blora dan Suara Merdeka.

Tak heran jika warga memang begitu antusias untuk mendapatkan air bersih itu. Pasalnya, sudah hampir tiga bulan ini warga Sembongin dan sebagian besar warga Kabupaten Blora, kesulitan mendapatkan air bersih lantaran kemarau panjang yang melanda.

"Sudah sekitar tujuh bulan kekeringan melanda, dan sekitar tiga bulan terakhir sulit air," ujar Kepala Desa Sembongin, Muntaha di sela-sela mendampingi Wakil Rektor IV UMK, Muh Syafei dan Komandan Koramil Banjarejo, Kanpten (Inf) Sukemi mewakili Komandan Kodim 0721/Blora Letkol (Inf) Ariful Mutaqin yang berhalangan hadir.

Tak pelak, kepala desa dan warga pun berterimakasih atas bantuan air bersih tersebut. "Senang sekali ada bantuan air bersih ini. mendapatkan air bersih akhir-akhir ini sangat sulit. Berangkat habis Shubuh mencari air belum tentu Maghrib dapat air sepikul," tambah Muntaha diamini Karmani, salah satu perangkat desa.

Muh Syafei mengutarakan, bantuan bersih dari kampus tempatnya mengabdi adalah bentuk perhatian UMK terhadap warga yang saat ini sedang dilanda mendapatkan air bersih karena kekeringan akibat kemarau panjang. "Tugas kampus atau perguruan tinggi tidak sekadar mendidik mahasiswa, juga melakukan riset-riset (penelitian) dan juga pengabdian kepada masyarakat. bantuan air bersih ini masuk dalam program pengabdian kepada masyarakat," jelasnya.

Bantuan air bersih untuk warga Blora, ini tidak hanya bagi warga Desa Sembongin. "Sedikitnya ada tujuh desa di empat kecamatan yang menjadi sasaran droping air ini, yaitu Banjarejo, Tunjungan, Blora, Jepon," ungkapnya seperti lewat rilis Humas UMK hari ini.

Syafei yang pun akan mengupayakan agar kegiatan sosial bagi masyarakat Blora ini bisa ditindaklanjuti dengan berbagai program lain. "Kami berharap ini bukan kegiatan pertama dan terakhir, tetapi bisa ditindaklanjuti dengan berbagai program lain secara bersama," tuturnya.

Kapten (Inf) Sukemi berharap bantuan air bersih ini bisa sedikit meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih ini. ‘"Tingkat kesulitan warga Blora akan air bersih tergolong parah. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa sedikit membantu," tukasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA