Begitu kata Direktorat Pertahan Sipil Arab Saudi sebagaimana dikutip al Jazeera, Kamis (24/9).
Sementara itu, reporter al Jazeera Basma Atassi mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di jalan di antara kamp jemaah haji.
"Jalan itu bernama Jalan 204. Tragedi terinjak ini tidak terjadi di lokasi dari lempar jumroh," ujarnya.
Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia, Brigjen Mansour al Turki mengatakan, pihaknya menurunkan 4.000 orang dan 220 ambulans untuk menolong korban.
Ini bukan kali pertama proses melempar jumrah menelan korban jiwa. Di era 1980an dan 1990an, ratusan jemaah tewas saat melewati terowongan Mina.
Di tahun 2006, kepanikan dalam prosesi ini menewaskan setidaknya 363 jemaah.
[ian]
BERITA TERKAIT: