Perhatikan Keamanan Pengguna Sepeda

Selasa, 03 Agustus 2010, 00:45 WIB
Perhatikan Keamanan Pengguna Sepeda
Jakarta, RMOL. Pemerintah Provinsi (Pem­prov) DKI Jakarta diminta ja­ngan tergesa-gesa mereali­sasi­kan penyediaan lahan parkir se­peda. Yang terpenting saat ini adalah memberikan rasa aman bagi pengendara sepeda saat menempuh perjalanan.

Imbauan Gubernur DKI Ja­karta Fauzi Bowo terhadap pe­ngelola pusat perkantoran mau­pun perbelanjaan dalam menye­diakan lahan parkir memang po­sitif. Pesepeda jadi tidak ke­lim­pungan saat memarkir sepeda 

“Itu jangan difokuskan terle­bih dulu. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan kesela­ma­tan pesepeda,” ungkap ang­go­ta Komisi B DPRD DKI Ja­kar­ta Nasrullah.

Menurutnya, keselamatan pe­sepeda akan terus menghan­tui selama perjalanan yang dise­bab­­kan kepadatan kendaraan ber­motor. Jika ancaman kese­hat­an serta keselamatan pesepe­da dengan adanya penurunan jum­lah kendaraan, maka pro­gram tersebut baru bisa diterapkan.

“Jumlah kendaraan bermotor mesti ditekan terlebih dulu agar ru­as jalan raya agak lowong. Se­hing­ga ruang gerak serta ke­sehat­an pe­sepeda jadi lebih aman ke­timbang harus berge­rom­bol deng­an pe­ngen­dara ber­motor,” lanjutnya.

Sebelum itu, tambah Nasrul­lah, pemprov juga harus men­ca­nangkan peraturan daerah (per­da) bike to work. Tujuan­nya, agar para karyawan di se­jumlah per­usahaan bisa turut me­ngurangi kepadatan kendara­an serta pe­ngurangan polusi udara.

“Jadi, penyediaan lahan ter­sebut tidaklah terlalu penting saat ini. Pemprov harus terlebih dulu melakukan pencanangan perda, mensosialisasikan baru penyediaan lahan parkir yang tidak akan memungut tarif biaya penitipan,” tandasnya.

Ketua Umum Bike To Work (B2W) Toto Sugito mengata­kan, penyediaan lahan parkir sepeda sangat dibutuhkan. Apa­lagi jumlah pe­ngendara ken­da­ran roda dua yang bebas polusi di Jakarta su­dah mencapai enam ribu anggo­ta. Dengan adanya la­­han parkir nanti, pesepeda bisa dipermu­dah memarkirkan kenda­raannya di perkantoran maupun di pusat perbelanjaan.

“Itu perjuangan kami sejak 2004 lalu saat kami mengajukan usulan kepada gubernur. Kami minta, pemda memberikan per­hatian kepada pecinta sepeda, khususnya di Jakarta,” katanya.

Wacana penyediaan lahan par­kir ini, lanjut Toto, bisa dibi­lang bentuk perhatian peme­rin­tah daerah (pemda) terhadap pe­ngendara sepeda. Apalagi kebi­jakan tersebut akan mempermu­dah enam ribu anggota B2W yang tersebar di Jakarta.

“Kami mengerti dengan kon­disi jalan Jakarta yang tidak mung­kin dibikin jalur sepeda. Tapi, kami sangat antusias de­ngan program akan diadakan­nya lahan parkir ini,” lanjutnya.

Menanggapi tidak akan ter­wujudnya jalur sepeda di Jakar­ta, Toto mengaku mengerti. Hal tersebut menurutnya dikarena­kan kecilnya ruas badan jalan, ditambah jumlah kendaraan di Jakarta yang melebihi batas.

“Kalau bisa, pemprov mem­be­rikan rambu-rambu penunjuk ja­lan bagi para pengendara se­peda. Se­hingga pesepeda bisa melewati ja­lan-jalan tikus dan tidak berge­rom­bol dengan ken­daraan bermo­tor di jalan raya,” mintanya.[RM]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA