Doni Monardo: Mending Dianggap Cerewet Daripada Korban Covid-19 Berderet-deret

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Rabu, 05 Mei 2021, 15:42 WIB
Doni Monardo: Mending Dianggap Cerewet Daripada Korban Covid-19 Berderet-deret
Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo/Ist
rmol news logo Larangan mudik bagi masyarakat yang diterapkan melalui SE Kasatgas Penanganan Covid-19 Nomor 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Ramadhan dinilai sudah tepat.

Sebab merujuk pengalaman, angka positif harian selalu naik pada momen hari raya besar di Indonesia. Seperti Idulfitri 23 Mei 2020, tercatat angka kasus positif naik sebanyak 949 orang. Dua minggu pasca lebaran 2020, tercatat 1.000 kasus harian pertama di tanah air.

"Keputusan pemerintah terkait pelarangan mudik ini sangat tepat dan sangat strategis," kata Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo saat menghadiri Forum Merdeka Barat 9 'Jaga Keluarga, Tidak Mudik' pada Rabu (5/5).

Doni menekankan, keputusan pelarangan mudik ini harus diikuti oleh seluruh pihak termasuk pejabat pemerintah, dunia usaha, dan yang paling utama adalah masyarakat. Narasi mudik yang dikeluarkan pejabat pemerintah harus sejalan dengan Presiden Joko Widodo.

"Tidak boleh ada satu pun Pejabat Pemerintah yang berbeda narasinya," tegas Doni.

Kepala BNPB juga berpesan kepada pejabat pemerintah di pusat maupun di daerah untuk terus menyosialisasikan pelarangan kegiatan mudik kepada masyarakat. Peraturan pelarangan mudik ini demi menekan angka kenaikan kasus positif Covid-19.

"Kita harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat setiap jam, setiap menit, setiap saat. Lebih baik dianggap cerewet daripada korban Covid-19 berderet-deret," tutup Doni. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA