Pasalnya, Dokter rehabilitasi dari RSUP Persahabatan, dr. Siti Chandra Widjanantie, Sp.KFR (K) mengatakan, walaupun terlihat "sehat", namun kemampuan respirasi seseorang belum tentu baik.
"Bisa dipengaruhi life sytle yang buruk, olah raga tidak rutin, tidur malam tidak cukup, stres tinggi, pola makan tidak terkendali, atau dia sudah terpapar dengan beberapa penyakit sebelumnya yang menghantam paru-paru," kata dr. Siti dalam Bincang Sehat bertajuk 'Rehabilitasi Pasien Covid-19, Seberapa Penting?' pada Jumat (1/1).
Dengan kondisi seperti itu, dr. Siti menggarisbawahi pentingnya upaya preventif.
"Orang-orang seperti itu lebih baik dikerjakan dari awal. Karena kami sendiri melatih paru-paru kami. Jangan tunggu sakit untuk dilatih. Kami terima rehabilitasi, tapi kami tidak bisa ganti mesinnya," terang dia.
Selain itu, dr. Siti juga mengatakan, melatih respirasi juga dapat membantu perjalanan oksigen ke otak. Alhasil, seseorang tidak akan lebih mudah lelah atau mengantuk.
BERITA TERKAIT: