"Libatkan masyarakat dalam proses pengurusan jenazah, bisa saat menshalatkan atau melibatkan mereka saat menyiapkan liang kuburnya," kata Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan kepada wartawan, Selasa (3/11).
Keterlibatan pihak keluarga penting dilakukan mengingat saat ini ada krisis kepercayaan terhadap tim medis yang menangani jenazah Covid-19. Hal ini terlihat dalam kejadian di beberapa kota yang memaksa mengambil jenazah pasien Covid-19.
Pada dasarnya, ia memaklumi ketidakpercayaan masyarakat kepada tim medis dalam mengurus jenazah.
"Banyak masyarakat itu ragu, apakah jenazah keluarganya sudah dipenuhi hak-haknya sebagai jenazah dan apakah sudah sesuai belum dengan syariah '
tajhizul janazah' (pengurusan jenazah)," tutupnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: