Krisis Kepercayaan, Muhammadiyah Usul Pengurusan Jenazah Covid-19 Libatkan Pihak Keluarga

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Rabu, 04 November 2020, 02:33 WIB
Krisis Kepercayaan, Muhammadiyah Usul Pengurusan Jenazah Covid-19 Libatkan Pihak Keluarga
Pemulasara jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan secara protokoler/Istimewa
rmol news logo Pengurusan jenazah Covid-19 diharapkan turut melibatkan pihak keluarga dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

"Libatkan masyarakat dalam proses pengurusan jenazah, bisa saat menshalatkan atau melibatkan mereka saat menyiapkan liang kuburnya," kata Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan kepada wartawan, Selasa (3/11).

Keterlibatan pihak keluarga penting dilakukan mengingat saat ini ada krisis kepercayaan terhadap tim medis yang menangani jenazah Covid-19. Hal ini terlihat dalam kejadian di beberapa kota yang memaksa mengambil jenazah pasien Covid-19.

Pada dasarnya, ia memaklumi ketidakpercayaan masyarakat kepada tim medis dalam mengurus jenazah.

"Banyak masyarakat itu ragu, apakah jenazah keluarganya sudah dipenuhi hak-haknya sebagai jenazah dan apakah sudah sesuai belum dengan syariah 'tajhizul janazah' (pengurusan jenazah)," tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA