Uji klinis yang dimulai sejak 18 Juni tersebut dilakukan terhadap sukarelawan di Sechenov First Moscow State Medical University.
Hal tersebut diungkap oleh Direktur Institute for Translational Medicine and Biotechnology, Vadim Tarasov, kepada
Sputnik pada Minggu (12/7).
"Universitas Sechenov telah berhasil menyelesaikan tes pada sukarelawan dari vaksin pertama dunia melawan virus corona," ucap Tarasov.
Ia mengatakan, kelompok sukarelawan pertama akan keluar dari rumah sakit pada Rabu (14/7) dan yang kedua pada tanggal 20 Juli.
Direktur Institute of Medical Parasitology, Tropical, and Vector-Borne Diseases di Sechenov University, Alecander Lukashev, mengatakan, tujuan dari uji klinis tahap ini adalah untuk menunjukkan keamanan vaksin pada manusia. Hasilnya pun positif.
"Keamanan vaksin telah dikonfirmasi. Ini sesuai dengan keamanan vaksin yang saat ini ada di pasaran," ungkap Lukashev.
Ia mengatakan, rencana pengembangan vaksin lebih lanjut sudah ditentukan oleh pengembang, termasuk kompleksitas situasi epidemiologis dengan virus dan kemungkinan peningkatan produksi.
"Universitas Sechenov dalam situasi pandemi bertindak tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tetapi juga sebagai pusat penelitian ilmiah dan teknologi yang mampu berpartisipasi dalam penciptaan produk penting dan rumit seperti obat-obatan," ujarnya.
"Kami bekerja dengan vaksin dimulai dengan studi praklinis dan pengembangan protokol, dan uji klinis sedang dilakukan," sambungnya.
BERITA TERKAIT: