Untuk hari ini, jumlah penduduk yang dites PCR sudah mencapai 27 ribu orang, atau 0,01 persen dari total jumlah penduduk.
"Sudah lebih dari 27 ribu sampel atau 27 ribu penduduk yang kita periksa untuk PCR
real time," ungkap Jurubicara pemerintah penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam jumpa pers virtual yang diselenggarakan di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Senin (13/4).
Jumlah sebanyak itu berasal dari 186 kabupaten/kota yang terindikasi ditemukan infeksi virus Covid-19.
Ke depannya, diklaim Achmad Yurianto, pemerintah akan memeriksa lebih banyak lagi penduduk. Sebab sudah ada 70 laboratorium dioperasikan untuk pemeriksaan spesimen menggunakan metode PCR.
"Artinya akses untuk layanan pemeriksaan fisik yang
real time Sudah lebih merata lagi di seluruh wilayah tanah air," sebut Achmad Yurianto.
Sementara untuk mendukung tenaga medis dalam hal pemeriksaan spesimen dan perawatan, pemerintah memastikan distribusi APD terus berjalan.
"Kemudian kesungguhan pemerintah untuk melindungi tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 ini sudah kita wujudkan, salah satunya sudah mengadakan lebih dari 800 ribu APD dengan
standart medical grade, dengan kualitas yang terbaik," ucapnya.
"Oleh karena itu, inilah kesungguhan pemerintah agar semuanya bisa bekerja dengan profesional dan lebih tenang," demikian Achmad Yurianto.
BERITA TERKAIT: