Hal ini dikonfirmasi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pasien tersebut, menurut Ganjar, sebelumnya sudah dirawat dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di rumah sakit swasta, selama 10 hari.
Karena kondisinya tak kunjung membaik, pasien tersebut dirujuk ke RSUP dr Kariadi pada Senin malam (16/3). Hingga akhirnya pasien dinyatakan meninggal pada Selasa pagi (17/3).
Ganjar menyatakan sampai hari ini, ada 6 pasien positif corona. Empat di antaranya masih dirawat di RSUP dr Kariadi, RS Tidar, dan RS Moewardi. Sementara 2 lainnya telah meninggal dunia.
"Yang di Kariadi satu pasien, di RS Tidar juga satu pasien, sementara di RS Moewardi dua pasien. Jumlah total sampai saat ini yang positif ada enam pasien, yang dua meninggal," kata Ganjar, Selasa (17/3), dikutip
Kantor Berita RMOLJateng.
Sementara itu, ditambahkan Ganjar, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Jawa Tengah sampai saat ini berjumlah 111 orang.
Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 69 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 42 orang masih dirawat secara intensif. Sementara sisanya telah dipulangkan lantaran hasil labnya negatif.
Ganjar juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang menanggapi Covid-19. Dia juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh terhadap berita hoax yang santer di media sosial.
"Masyarakat jangan mudah terpengaruh hoax. Jangan menyebarkan hoax juga. Kondisi saat ini sangat sensitif. Baiknya kita sama-sama jaga kondusifitas dan menjaga kondisi tubuh. Jemur badan, konsumsi vitamin C, olahraga, dan jangan pergi ke kerumunan kalau tidak perlu," demikian Ganjar.
BERITA TERKAIT: