Di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), korban meninggal akibat DBD tercatat 13 orang. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto pun mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan di rumah.
"Imbauan saya lakukan promotif dan preventif. Kerja sama TNI, Polri, sipil, bersama-bersama masyarakat untuk melaksanakan promotif dan preventif mencegah kejadian DBD," ujar Menkes saat mengunjungi RSUP TC Hillers, Sikka, NTT, Senin (9/3), dalam keterangan resminya.
Terawan mengakui, kasus DBD di Sikka luar biasa. Maka harus segera melakukan upaya pencegahan yang melibatkan semua pihak.
"Melalui gerakan kebersihan lingkungan, bersihkan selokan, supaya air mengalir, supaya tidak ada jentik-jentik di tempat penampungan air, dan itu digerakkan secara massal bersama-sama," jelasnya.
Pemberantasan sarang nyamuk sangat penting diperhatikan dan diterapkan oleh masyarakat. Cara tersebut untuk mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah dan menyebarkan penyakit, terutama DBD.
Demikian juga tindakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur. Sebab, penyebab utama DBD ialah virus dengue dan hal ini diminta Menkes untuk menjadi perhatian bersama.
Kabupaten Sikka telah ditetapkan sebagai status kejadian luar biasa (KLB) DBD. Sebanyak 1.195 kasus dengan angka kematian 13 orang.
Selain di Kabupaten Sikka, wilayah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur juga masih terjangkit DBD, yakni di 21 kabupaten/kota. Total di NTT terdapat sebanyak 2.797 kasus DBD dengan 31 orang meninggal dunia.