Ahli Kesehatan: Masker Untuk Orang Sakit, Jadi Jangan Berlebihan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Selasa, 03 Maret 2020, 12:40 WIB
Ahli Kesehatan: Masker Untuk Orang Sakit, Jadi Jangan Berlebihan
Peneliti sekaligus epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif/Net
rmol news logo Pengumuman terhadap dua warga negara Indonesia yang tertular virus corona baru atau Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo membuat panic buying di tengah masyarakat.

Dalam sekejap pembelian masker dan hand sanitizer pun melonjak tajam. Masyarakat yang cemas dengan kepastian masuknya virus corona ke Indonesia juga langsung melakukan pembelian stok makanan secara besar-besaran.

Peneliti sekaligus epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif menjelaskan pada dasarnya penggunaan masker lebih diperuntukkan bagi mereka yang sakit. Sedangkan untuk mereka yang sehat, penggunaan masker belum terlalu genting.

"Jadi jangan terlalu berlebihan. Sekarang banyak di pintu apotek bertuliskan masker habis. Nah pesan kita harus jelas," ujarnya saat melakukan diskusi tentang virus Corona di Gedung Mochtar, Komplek Mikrobiologi FKUI, Jalan Pegangsaan Timur, Selasa (3/2).

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PP IAKMI) bidang Politik Kesehatan itu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu terlalu panik. Serta menyarankan kepada masyarakat untuk menerapkan etika saat sakit.

"Angka kesembuhan penting tapi yang harus jadi konsen kita hari ini jumlah kasus baru per hari," jelasnya.

"Masker jadi pilihan untuk daerah yang bersifat hotspot. Tapi untuk kondisi kita saat ini terlebih kalau ke mana-mana menggunakan masker," pungkas Syahrizal. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA