Tingginya angka penderita penyakit TB di Indonesia ini menggugah digelarnya acara "World TB Day" yang melibatkan 1 ribu dokter. Acara yang digelar Bisolvon dan Divisi Pulmonologi RSCM ini juga melibatkan 3.500 orang dari berbagai kalangan termasuk dokter, LSM dan masyarakat umum.
"Kami memiliki peran dalam memberantas penyakit TB di Indonesia. Dalam hal ini karena salah satu gejala penyakit TB yang sering dijumpai adalah batuk terus menerus dan terdapatnya dahak atau sputum," ujar Senior Brand Manager Bisolvon, Dewi Isnaniar dalam keterangannya, Senin (21/4).
Ia menjelaskan, Bisolvon dengan kandungan Bromheksin juga memiliki peran sebagai senyawa mukolitik, yang efektif mengencerkan dahak dan meredakan batuk. TB merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Dan dalam banyak kasus bersifat mematikan.
"Penyakit ini merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia, dan hingga saat ini belum ada satu negara pun yang bebas dari TBC," ungkap Dewi.
Sementara, Dr Telly Kamelia, SpPD mengungkapkan, ada cara yang cukup mudah untuk membentengi diri. "TB menular lewat ludah dan dahak ketika si pengidap batuk. Penyebarannya pun sangat mudah yakni melalui udara," ujar Telly.
Jika seseorang terlihat mengidap batuk yang berkepanjangan, maka orang di sekitarnya harus menjaga jarak atau waspada. Seperti contohnya tidak sembarangan memegang tangan atau barang milik si pengidap TBC. Pasalnya, area tangan dan barang yang biasa dipegang orang tersebut adalah tempat terbanyak bersarangnya kuman TB.
"Karenanya, pengidap harus sadar diri untuk tidak menularkan kepada lingkungan sekitar dengan sering mencuci tangan dan membuang bekas tisu langsung di tempat sampah yang tertutup. Jika batuk tak tertahan, tutuplah mulut dengan lengan baju sehingga kuman tidak berterbangan di udara," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: