Seperti diketahui, Senin (13/11) lalu, tepatnya di Jimbaran-Bali, mahasiswi Turki berinisial NB (27) menjadi korban percobaan pemerkosaan oleh terduga pelaku berinisial ESLB (23) yang bertugas sebaÂgai driver ojek online Grab.
Ketua Komnas Perempuan Azriana menilai kebijakan pengoperasian Grab, harus dimaksimalkan agar kejaÂdian yang sama tidak terulang. "Dengan adanya kasus ini, kebijakan di manajemen Grab terlalu longgar. Meski mereka bilang ini tanggung jawab driver, tapi tetap mengecewakan pengguna jasa," katanya.
Azriana meminta manajeÂmen Grab agar segera memÂbenahi regulasi dan mekaÂnisme di intern perusahaan untuk para driver mereka. Misalnya diadakan semacam pelatihan untuk para driver agar moral mereka bisa terÂlatih dengan baik dalam meÂlayani penumpang. Selain itu, adanya sanksi tegas untuk driver yang melanggar, juga sangat diperlukan.
"Ini untuk menjamin agar kasus yang sama tidak teruÂlang. Karena bukan saya saja, tapi semua tidak ingin pasti, perempuan menjadi objek kekÂerasan seksual," ungkapnya.
Tidak hanya itu, selain berÂtanggung jawab dari sisi huÂkum, perusahaan Grab juga harus meminta maaf kepada korban percobaan pemerkoÂsaan sebagai bentuk rasa berÂsalah dan menjamin kejadian yang sama tidak terulang.
Tekait hal ini, Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan Iptu M.Nurul Yakin mengatakan, peristiwa pemerkosaan yang nyaris menimpa NB terjadi pada Senin (13/11) malam. "Nyaris terjadi pemerkosaan yang menimpa korban warÂga Turki di sebuah di Jalan Uluwatu," ujarnya.
Peristiwa bermula ketika korban memesan layanan ojek Grab dari Bali Galeria Kuta, tuÂjuan Bali Buda Sanur. Setelah urusan di Sanur selesai, korban kembali memesan layanan Grab untuk mengantarkannya pulang ke tempat tinggalnya di Jimbaran, Badung. Ternyata, saat itu yang datang adalah ESLB.
Selanjutnya, ESLB memboncengkan NB mengarah ke Jimbaran, Kuta Selatan. Sesampainya di simpang McDonald's dalam perjalanan menuju Jimbaran, tiba-tiba ESLB membelokkan sepeda motornya ke kanan menuju semak-semak.
Selanjutnya, ESLB menghentikan kendaraannya dan meminta NB untuk turun. Lokasinya tak jauh dari Hotel Muvenpik di Jalan Uluwutu II, seberang Gang Buana Sari, Jimbaran, Kuta Selatan.
Setelah itu, ESLB berusaha mencabuli korban. Seketika korban melawan, tapi pelaku berupaya lebih keras dengan membanting korban dan segera menciumnya. Saat ESLB beÂraksi, NB berupaya membaÂlas. "Diduga saat itulah lidah pelaku digigit hingga hampir putus," kata Iptu Yakin. ***
BERITA TERKAIT: