Dari seluruh barang tersebut, KPK berharap setidaknya 60 persen bisa terjual pada proses lelang nanti.
"Kami berharap setidaknya 60 persen barang yang dilelang bisa laku," kata Plt Ketua Labuksi KPK Irene Putri saat konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (21/11).
Irene menyebutkan, barang-barang rampasan itu berasal dari para terpidana yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap. Seperti lukisan Penari Bali karya Krijono milik terpidana M. Sanusi yang dibandrol harga Rp 38 juta.
Sanusi merupakan mantan anggota DPRD DKI Jakarta yang dihukum 7 tahun penjara akibat kasus suap pembahasan reklamasi Teluk Jakarta.
Kemudian juga ada perhiasan milik terpidana kasus suap impor daging, Ahmad Fatona yang divonis penjara 16 tahun dan denda Rp 1 miliar.
"KPK juga lelang kendaraan mewah dan juga kendaraan lain dalam perkara Ahmad Fhatona dan Yan Anton Ferdian (kasus gratifikasi Bupati Banyuasin). Ada juga Ojang Sohandi (korupsi mantan Bupati Subang) untuk mobil," imbuhnya.
Berdasarkan pelaksanaan dua lelang sebelumnya, Irene menyebutkan, hasil lelang selalu mencapai target, bahkan hingga 100 persen. Untuk itu ia yakin pada proses lelang saat ini hal tersebut bisa terjadi lagi.
Nantinya hasil lelang tersebut akan diserahkan kepada kas negara. Untuk mengembalikan kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korusi yang telah dilakukan.
"Semua hasil lelang akan disetorkan ke kas negara. Jadi penghasilan bukan pajak," imbuhnya.
Lelang akan dilakukan pada Jumat (24/11) di lantai 3 Gedung Peninjau Kantor KPK, Kuningan, Jakarta. Mekanisme lelang akan dilakukan secara terbuka. Namun masyarakat yang ingin ikut lelang harus membuat akun dan memasukan nilai limit terlebih dahulu di laman
djkm.go.id.
[rus]
BERITA TERKAIT: