Bagi Zulkifli, atau yang biasa disapa Zulhas, pengakuan JK bahwa dirinya hanya memberi saran untuk pencalonan Anies adalah klaim yang biasa dilakukan politikus yang berpengaruh besar.
Zulhas malah menegaskan bahwa JK adalah politikus senior yang punya rekam jejak tak diragukan dalam perpolitikan nasional. Sudah tentu JK sadar sarannya akan berpengaruh besar.
"Kan Pak JK bilang cuma berikan saran. Ya, sebagai politisi senior, Wakil Presiden RI dua kali, pernah jadi ketua umum, tokoh Islam berpengaruh, tentu dia sadar punya pengaruh politik, terutama terhadap partai Saran-sarannya pasti punya pengaruh besar. Jadi kita ingat dan hargai," kata Zulhas kepada wartawan di sela acara sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI di Politeknik Negeri Lampung, Jumat (5/5).
Beberapa hari lalu, Zulkifli mengungkapkan kisah di balik penetapan Anies Baswedan untuk berpasangan dengan Sandiaga Uno. Pasangan itu akhirnya resmi diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sebelumnya nama Anies tidak masuk hitungan Prabowo, Gerindra, dan partai koalisi. Nama yang muncul sebagai pendamping Sandiaga adalah Yusril Ihza Mahendra dan Agus Harimurti Yudhoyono. Tetapi, berkat "intervensi" Kalla, Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra akhirnya menyetujui Anies sebagai calon gubernur.
"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubah lah," kata Zulkifli.
Namun soal intervensi itu dibantah JK. Namun, dia mengakui berkomunikasi dengan Prabowo Subianto untuk memilih Anies.
"Saya kan ke luar negeri waktu itu. Tentu berbicara, apa salahnya. Kita bicara dengan pimpinan partai agar semuanya hasilnya baik, negara aman, maju, dan damai. Coba sekarang, damai kan?" ujar JK, setelah meresmikan pembukaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017, di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis kemarin (4/5).
JK tak sepakat jika komunikasi yang dilakukannya disebut sebagai intervensi
"Kalau orang berbicara, memangnya intervensi? Masak saya tidak bisa bicara. Kalau saya bicara sama Anda, intervensi enggak? Enggak kan? Kalau orang berbicara kan boleh saja. Apa salahnya? Semua teman saya," ujar JK lagi.
JK mengatakan, siapapun punya hak yang sama untuk memilih dan dipilih dalam kontes demokrasi seperti pemilihan kepala daerah (Pilkada).
Dan menurut dia, pencalonan Anies adalah keputusan yang tepat. Ia menilai Anies sebagai sosok mumpuni untuk memimpin Ibu Kota.
"Anies, orang yang sangat moderat didampingi pengusaha, orang punya pengalaman, orang dekat Jokowi. Dia (Anies) jubirnya (Jokowi) selama enam bulan mendampingi. Tidak ada orang paling dekat dengan Pak Jokowi selain Anies selama kampanye, tidak ada orang lain," ucapnya.
"Karena itu orang paling tepat waktu itu agar negeri ini aman, maju, serta tidak ada fitnah hanya itu (Anies). Oleh karena itulah maka ya tentu saya bicara dengan teman-teman yang bersedia, sepaham dengan saya," tutup JK.
[ald]
BERITA TERKAIT: