Presiden RI ke-4 tersebut divisualisasikan dalam bentuk tayangan video saat menyampaikan pandangannya terkait polemik surat Al Maidah ayah 51. Khususnya, terkait dalil bagi seorang muslim dalam memilih pemimpin pemerintahan yang berbeda keyakinan.
"Saya bilang, kafir itu bukan orang Kristen dan orang Yahudi. Kenapa? Yang dinamakan kafir di dalam Alquran adalah orang-orang yang nggak bertuhan. Belum bisa baca Alquran udah ngomongin Alquran. Lah iya," tutur Gus Dur dalam video tersebut.
Saat itu, Gus Dur menjadi jurukampanye Ahok yang tengah mencoba peruntungan di Pilgub Bangka Belitung tahun 2007.
Mantan ketua PKB itu menegaskan, surat Al-Maidah ayat 51 tidak pernah berkaitan dengan Pilkada. Karena permasalahan agama dan pemerintahan atau politik tidak bisa dicampuradukan.
"Saya bilang, ayat ini tidak ada urusannya dengan Gubernur. Kenapa? Kalau orang Kristen dan ‎Yahudi tidak rela dengan kita, kita juga nggak rela dengan siapapun? Apa anda mau salat di belakang orang Yahudi? Ya nggak mau. Tapi kalau pemerintahan, tidak apa-apa," tegas Gus Dur.
Tokoh besar Nahdatul Ulama itu juga mengingatkan, dalam menggunakan ayat suci Alquran harus tahu tempat dan waktunya. Artinya, tidak bisa sembarangan asal kutip.
Gus Dur menambahkan, tidak perlu takut memilih pemimpin berbeda keyakinan, selama orang itu pandai dan jujur. Menurutnya, penggunaan surat Al-Maidah ayat 51 sebagai bahan kampanye hanya ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Basuki Ahok sudah membuktikan diri menjadi bupati yang baik di Belitung Timur. Hidup Ahok!‎ Bisa nggak sekarang orang berobat bayar Rp 5.000 untuk semua penyakit. Kenapa itu bisa? Karena jujur, dia gak ikut makan. Yang lain malah pengobatan ditilep. Enggak usah takut-takut. Saya datang dari Jakarta demi kebenaran. Kalau politik gak ada hubungannya dengan agama. Kalau omongan orang tolol gak usah didengarkan, betul?" papar Gus Dur.
Pemutaran video Gus Dur tahun 2007 di Bangka Belitung silam sebagai salah satu barang bukti dari pihak terdakwa atas seizin Ketua Majelis Hakim persidangan, Dwiarso Budi Sutiarto.
[wid]