Menurut Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, Presiden SBY tidak perlu memperjelas bahwa pergantian Kapolri dalam rangka pengamanan pemilu dan pilpres 2014, karena tugas dasar Polri adalah menjaga keamanan di tengah masyarakat, bukan hanya saat pemilu. Hal itu dikatakannya menyikapi keputusan Presiden menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Komjen Sutarman, sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Timur Pradopo yang akan memasuki masa pensiun.
"Penjelasan Presiden mengandung makna perintah bersayap. Sekaligus mengabaikan gangguan keamanan yang meningkat belakangan ini, hingga penembakan terhadap petugas Polri di lapangan," kata Masinton, kepada wartawan, Senin (30/9).
Akan sangat berbahaya untuk perkembangan demokrasi bila institusi Polri diseret untuk kepentingan politik SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
"Tentu masih segar dalam ingatan kita ketika kecurangan Pilkada Bali terungkap, keterlibatan Polisi dikerahkan untuk memenangkan salah satu kandidat calon Gubernur Bali," terangnya.
"Apalagi, saat ini ada 65 juta pemilih yang datanya belum jelas sebagai pemilih. Ini adalah potensi awal bakal terjadinya praktik kecurangan dalam pemilu 2014 nanti," tambah dia.
Masinton berharap, Kapolri yang baru nanti fokus pada pembenahan atau reformasi internal kepolisian agar polisi tidak lagi sebagai lembaga terkorup. Memaksimalkan tugas dan fungsi menjaga keamanan, serta menindaklanjuti berbagai laporan pengaduan masayarakat tanpa tebang pilih, termasuk rekening gendut perwira tinggi Polri.
[ald]
BERITA TERKAIT: