Polisi dan TNI Perlu Dilibatkan Jaga Museum Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 20 September 2013, 17:22 WIB
Kecil Besar
rmol news logo Barang bersejarah hilang di museum nasional tamparan keras bagi pemerintah. Kasus itu menunjukkan bukti petugas keamanan museum tak terintegrasi dengan pihak kepolisian.

Hal itu dikatakan Kriminolog UI Bambang Widodo Umar pada iskusi "Pencurian Artefak" di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Jumat (20/9).

Kata dia, dalam mengamankan museum seperi museum nasional tidak bisa diserahkan kepada satpam saja tapi juga melibatkan polisi. Sudah seharusnya pengamanan tak dipercayakan kepada satpam saja tapi juga pihak kepolisian.

Pengamanan museum dengan melibatkan pihak polisi, tak hanya satpam menurut Widodo, harus dilakukan. Pengamanan museum harus menjadi perhatian serius pemerintah. Menurut dia, museum sejarah memang  tidak dikategorikan sebagai obyek vital. Beda halnya dengan PT. Freeport, di mana setiap ada masalah selalu menjadi perhatian serius pemerintah, dan bahkan sampai terjadi penembakan dan menimbulkan korban jiwa.

"Maka tata kelola pengamanan benda bersejarah itu harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk mensinergikan Satpam, Kepolisian. Kalau perlu TNI dilibatkan," sarannya.[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA