
Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) segera mencari tahu pihak lain yang terlibat dalam perkara suap di lingkungan SKK Migas diluar tiga orang tersangka yang sudah di jerat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Informasi itu akan dikorek dengan cara melakukan audit investigatif.
Hal itu sebagaimana diutarakan Kepala BPK, Hadi Purnomo di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (4/9).
"Lagi kita proses," kata dia singkat.
BPK, lanjut dia, tengah membuat audit program untu menentukan langkah selanjutnya guna melakukan audit seperti apa yang dilakukan pada proyek Hambalang.
"Tapi data-data sudah kami kumpulkan. Tunggu saja," tandas Hadi.
Dalam perkara ini KPK telah menetapkan sejumlah tersangka. Mereka yakni, bekas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandi, petinggi PT Kernell Oil Simon G Tanjaya dan seorang lagi Deviardi alias Ardi. Rudi dan Ardi disangka menerima suap terkait kegiatan di lingkungan SKK Migas. Sementara Simon disangka memberikan suap ke Rudi dan Ardi.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: