Penegasan itu disampaikan Mojtaba melalui siaran televisi pemerintah Iran, pada Sabtu waktu setempat, 18 Juli 2026.
“Jika Amerika Serikat terus menyerang Republik Islam, mereka akan menerima pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan,” tegas Mojtaba.
Mojtaba Khamenei juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden Donald Trump dengan menyebut tanda tangan orang nomor satu di AS itu tidak memiliki arti.
“Tanda tangan Trump tidak memiliki nilai dan tidak berlaku,” ujar Mojtaba, merujuk pada penanganan damai MoU Islamabad yang kini sudah tidak berlaku.
Peringatan itu muncul beberapa jam setelah seorang negosiator Iran menyatakan Teheran menangguhkan komitmennya terhadap kesepakatan sementara yang sebelumnya disepakati sekitar satu bulan lalu.
AS dan Iran kembali terlibat aksi saling serang dengan menyasar sejumlah fasilitas infrastruktur serta target militer.
Runtuhnya kesepakatan gencatan senjata pekan lalu memunculkan kekhawatiran konflik akan kembali meluas menjadi perang terbuka.
Teheran juga menegaskan bahwa respons terhadap tekanan AS tidak hanya berasal dari Iran, tetapi turut melibatkan kelompok-kelompok sekutu regional yang mereka sebut sebagai “Poros Perlawanan”.
BERITA TERKAIT: