Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial X, Guterres memperingatkan bahwa konflik yang terus memburuk berpotensi menimbulkan dampak serius, tidak hanya bagi negara-negara di kawasan, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global.
Ia menegaskan bahwa seluruh aksi militer, termasuk serangan terhadap kapal sipil di Selat Hormuz maupun aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat, harus segera dihentikan.
"Saya sangat prihatin dengan meningkatnya krisis dan konfrontasi militer yang kembali terjadi di Teluk, termasuk serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, serangan AS terhadap Iran, serta serangan Iran terhadap target-target negara-negara tetangga. Semua serangan ini harus dihentikan," tulis Guterres, dikutip Senin 13 Juli 2026.
Menurut Guterres, eskalasi konflik tersebut berpotensi menimbulkan "konsekuensi bencana" bagi masyarakat di kawasan, mengancam perdamaian dan keamanan internasional, serta mengganggu stabilitas perekonomian dunia.
Karena itu, ia mendesak Washington dan Teheran untuk kembali menempuh jalur diplomasi. Menurutnya, berbagai persoalan yang masih menjadi sumber ketegangan hanya dapat diselesaikan melalui perundingan.
"Saya mendesak Iran dan AS untuk segera melanjutkan negosiasi dan mengatasi masalah-masalah yang belum terselesaikan melalui diplomasi," tegasnya.
Seruan Sekjen PBB tersebut disampaikan setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan terhadap ratusan target militer Iran sebagai respons atas dugaan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Sasaran serangan meliputi rudal, peluncur rudal, fasilitas penyimpanan amunisi, hingga jaringan komunikasi militer Iran.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: