Setibanya di kompleks istana, Naruhito secara langsung menyambut Prabowo yang baru turun dari kendaraan.
Keduanya kemudian berjalan berdampingan menuju ruang Take-no-ma untuk melaksanakan sesi foto bersama, sebelum melanjutkan ke pertemuan empat mata yang berlangsung tertutup dan penuh kehormatan.
Berdasarkan keterangan resmi, Presiden RI dan Kaisar Jepang membahas sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan bersama kedua negara, mulai dari kerja sama bilateral hingga dinamika kawasan yang membutuhkan perhatian bersama.
Tak hanya berbicara serius, pertemuan tersebut juga diwarnai dengan pertukaran cerita ringan yang mencairkan suasana.
Interaksi hangat itu mencerminkan kedekatan personal yang terjalin di antara kedua pemimpin, sekaligus memperkuat fondasi hubungan Indonesia-Jepang.
Agenda Prabowo di Istana Kekaisaran juga mencakup pertemuan dengan Putra Mahkota Jepang, Fumihito, yang merupakan adik dari Kaisar Naruhito.
Pertemuan ini semakin mempertegas eratnya hubungan persahabatan kedua negara, tidak hanya di level pemerintahan tetapi juga di lingkup keluarga kekaisaran.
Usai rangkaian pertemuan, Presiden RI bersama Kaisar, dan Putra Mahkota Jepang menghadiri jamuan santap siang kenegaraan yang digelar di Rensui North, Imperial Palace.
Sepanjang jamuan, Prabowo tampak menikmati suasana. Ia beberapa kali tersenyum dan terlibat dalam perbincangan santai yang cair.
Bahkan, Presiden sempat mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan taman yang tersaji di hadapan para tamu kehormatan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Didit Hediprasetyo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
BERITA TERKAIT: