Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui email pada Senin, 23 Maret 2026, perusahaan yang berbasis di London tersebut menyebut Radvinsky “meninggal dengan tenang” setelah mengalami sakit berkepanjangan. Namun, jenis kanker yang dideritanya tidak diungkapkan ke publik.
"Kami sangat berduka mengumumkan kepergian Leo Radvinsky. Ia meninggal dengan tenang setelah perjuangan panjang melawan kanker," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari RT, Selasa 24 Maret 2026.
Menurut laporan Forbes, kekayaan bersih Radvinsky mencapai sekitar 4,7 miliar Dolar AS.
OnlyFans sendiri mencatat kinerja keuangan yang sangat besar, dengan pendapatan mencapai 1,4 miliar Dolar pada 2024. Para pengguna juga menghabiskan hingga 7,2 miliar Dolar di platform tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Radvinsky diketahui menerima dividen sekitar 1,8 miliar Dolar dari bisnis itu.
Perjalanan karier Radvinsky tidak lepas dari kontroversi. Di awal kariernya, ia mengelola situs yang menawarkan akses ke kata sandi “hasil peretasan” untuk konten dewasa, yang menghasilkan uang dari klik dan rujukan.
Pada 2004, ia sempat digugat oleh Microsoft atas dugaan spam email, meski kasus tersebut akhirnya dibatalkan.
Kontroversi lain juga muncul pada 2022, ketika OnlyFans dituduh merugikan pesaing dengan memasukkan akun kreator platform lain ke dalam basis data terorisme, sehingga membatasi aktivitas mereka di media sosial.
Selain itu, nama Radvinsky sempat disebut dalam dokumen internal bocoran milik American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Ia dan istrinya disebut berjanji menyumbang hingga 11 juta Dolar pada 2023, meski ia membantah pernah memberikan donasi tersebut.
Radvinsky lahir di Odessa, Ukraina, pada 1982, dan kemudian pindah ke Amerika Serikat saat masih kecil. Ia mulai menguasai OnlyFans setelah membeli saham mayoritas perusahaan induknya pada 2018.
Di bawah kepemimpinannya, OnlyFans berkembang pesat, terutama selama pandemi Covid-19. Platform ini menjadi populer karena menyediakan ruang bagi kreator konten dewasa yang tidak diakomodasi oleh media sosial arus utama, sekaligus menjadi sumber penghasilan alternatif bagi banyak orang.
BERITA TERKAIT: